wisata-kaltara

2018, Program Dokter Terbang Layani 2.946 Warga

Monday, October 29th 2018. | Advertorial, Kaltara
  •  Meningkat Dua Kali Lipat Dibanding Tahun Sebelumnya

TANJUNG SELOR, MK – Program pelayanan kesehatan masyarakat di daerah terpencil dan wilayah perbatasan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), melalui Dokter Terbang tahun ini mencapai catatan realisasi tertinggi. Dibandingkan tahun sebelumnya, peningkatan mencapai 100 persen atau dua kali lipatnya. Berdasarkan informasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, hingga Oktober sebanyak 2.946 pasien telah mendapatkan pelayanan kesehatan lewat program ini. Sementara di 2017, pasien yang ditangani sebanyak 1.890 orang.

“Program dokter terbang, merupakan gagasan karena melihat banyak masyarakat kita, utamanya di wilayah perbatasan yang kesulitan akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Program ini sudah kita jalankan sejak 2014, dan realisasinya juga terus mengalami peningkatan. Para dokter yang disertakan dalam program ini juga tak hanya dokter umum, tapi dokter spesialis,” kata Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, Minggu (28/10).

Program ini, lanjutnya, menyasar warga Kaltara di daerah terpencil dan terisolir, yang memiliki fasilitas kesehatan minim.

Dikatakan, dalam pelaksanaannya, program Dokter Terbang, bukan tanpa terkendala. Kondisi geografis yang luas dan medan yang berat, membuat para petugas harus bekerja keras untuk bisa memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Untuk itu saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada para petugas kesehatan yang terlibat dalam program ini. Saya mendapat laporan, terkadang petugas harus melalui medan yang berat. Yang lewat sungai, kadang harus melewati jeram. Begitu pun yang lewat darat,” ungkapnya.

Tak hanya medan yang berat, biaya yang dikeluarkan untuk program ini juga tidak sedikit. Apalagi jika ke wilayah perbatasan. Terkadang petugas harus sewa atau carter pesawat untuk bisa menjangkau.

Guna menopang efektivitas program ini, lanjutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara telah mengupayakan program lainnya. Salah satunya, ambulans air dan ambulans udara. “Untuk ambulans air, sudah terealisasi. Dengan ambulans air, warga dari daerah yang sulit dijangkau layanan kesehatan serta membutuhkan pertolongan khusus, dapat segera dibawa dan dijemput oleh petugas kesehatan. Pelayanannya gratis. Sementara ambulans udara, masih berproses,” tutur Irianto.

Diharapkan ketersediaan dua moda angkutan penopang pelayanan kesehatan ini, mampu mengatasi kendala program Dokter Terbang ini. Kesulitan lain yang dihadapi, adalah keterbatasan jumlah dokter spesialis serta jumlah bawaan karena alat transportasi yang kurang mumpuni serta medan yang sulit.

“Untuk keterbatasan bawaan ini, dari laporan Dinkes Kaltara, sudah sedikit teratasi dengan mulai membaiknya akses jalan di wilayah perbatasan. Sedangkan, untuk penyediaan dokter spesialis, kita maksimalkan yang ada sembari tetap melakukan penerimaan dokter spesialis melalui seleksi CPNS dan upaya lainnya,” ungkap Gubernur.

Di tempat terpisah, program Dokter Terbang, pada tahun ini menapaki 14 daerah pelaksanaan. Dijelaskan Kepala Dinkes Kaltara, Usman, secara teknis dari hasil pemeriksaan di setiap daerah, secara umum pasien di 14 wilayah itu memiliki kesamaan penyakit. Yakni, hipertensi, dyspepsia, myalgia, chepalgya, gastritis, dermatitis, diare dan ISPA. “Penanganan pasien dilakukan sesuai penyakit yang diderita. Obatnya juga diberikan yang tepat,” tambah Usman.

TERUS BERLANJUT

Untuk diketahui, melalui program Dokter Terbang, pemerintah menyediakan dokter dan petugas medis untuk melayani warga di daerah-daerah yang sulit terjangkau dan terisolir. Program yang dinilai cukup berhasil dan sangat dirasa manfaatnya oleh masyarakat itu, akan terus berlanjut. “Saya minta program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat terus dilakukan. Seperti salah satunya program dokter terbang ini,” kata Irianto.

Gebernur menambahkan, setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas. Tidak terkecuali bagi masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah terpencil, perbatasan, dan kepulauan. Pertimbangan itu lah yang menjadikan tantangan tersendiri bagi Irianto Lambrie yang kala itu (2014) masih menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Kaltara untuk menggagas program pemberian pelayanan kesehatan terhadap masyarakat Kaltara yang berada di daerah terpencil dan terisolir. “Program ini dilakukan di daerah perbatasan, terpencil, dan kepulauan agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal,” jelas Irianto.

Melalui program Dokter Terbang di wilayah tersebut, Gubernur berharap masyarakat bisa terbantu. Karena seperti diketahui, pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk di wilayah yang sulit terjangkau wajib diberikan.(humas)

Related For 2018, Program Dokter Terbang Layani 2.946 Warga