Banjir Ayam Potong, Pedagang Rugi Besar

Wednesday, March 6th 2019. | Ekonomi & Bisnis, Headline, Nunukan

NUNUKAN, MK, – Ayam potong di Nunukan sedang melimpah. Namun hal itu tidak diimbangi dengan jumlah permintaan. Sehingga harga daging ayam sedang turun di pasaran. Atas kejadian itu, para peternak maupun pedagang ayam pun dibuat pusing. Lantaran ayam yang mereka jajakan tak habis.

Menyikapi permasalahan tersebut, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Robby Nahak Serang SH melakukan pertemuan dengan seluruh pihak terkait. Di antaranya para pedagang, peternak dan OPD terkait. Bertempat di Ruang Rapat Lantai 4 Kantor Bupati, pertemuan tersebut menjadi ajang diskusi dan mencari solusi sekaligus memutuskan permasalahan ini, Senin (4/3) sekira pukul 15.00 Wita.

“Kita harus punya Peraturan Bupati tentang pengaturan sistem manajemen perusahan pedagang ayam dan HET ayam. Jika ini dibuat semua, akan bisa terkontrol dengan baik,” kata Robby, Selasa (5/3). Sehingga semua pihak terakomodir dan tidak ada monopoli yang akan menguntungkan pihak tertentu saja.

Berdasarkan hasil rapat, diambil keputusan bersama bahwa dalam sepekan ini yang terhitung sejak Senin kemarin, pihak perusahaan mitra boleh menjual harga ayamnya di kisaran Rp 18 hingga Rp 22 ribu per kilogram (kg) ke pedagang di pasar.

“Saat ini ayam mitra yang mencapai 29 ribu ekor, dari separuhnya akan dijual di bawah standar selama satu minggu kedepan. Setelah itu, mitra tidak boleh menjual lagi di bawah standar atau di bawah harga normal,” jelas  Robby.

Jadi dalam satu pekan kedepan, habis atau tidak stok ayam yang ditentukan itu, penjualan di bawa standar harus dihentikan. Mitra harus menjual ayam ke pedagang dengan harga normal. (Ly/MK*)

tags:

Related For Banjir Ayam Potong, Pedagang Rugi Besar