Bertanam Hidroponik Mulai Diminati Masyarakat

Minggu, Oktober 15th 2017. | Headline, Tarakan

Tampak Muhammad Mesrani (kanan) menunjukkan tanaman selada yang dikembangkan secara hidroponik

Tarakan, MK – Bercocok tanam secara hidroponik belum banyak ditemui di Kota Tarakan. Padahal perawatan dan pengelolaannya terbilang mudah. Disamping itu, lahan yang digunakan tidak begitu luas dan biaya yang dikeluarkan pun tidak mahal. (15/10)

Kepada Metro Kaltara, Ketua Komunitas Belajar Bareng Akuaponik dan Hidroponik Tarakan, Muhammad Mesrani mengatakan  untuk mengembangkan sayur hidroponik tidaklah sulit. Karena tidak membutuhkan lahan yang luas.

“Sebenarnya sayur hidroponik gampang dalam arti kata dari segi lahan, lahan yang minim bisa dimamfaatkan. Berapa aja bisa, dinding pun bisa kita mamfaatkan, artinya tidak terbatas. Juga lebih murah,” ujarnya belum lama ini.

Ia menuturkan adapun keunggulan dari sayur hidroponik adalah rasanya lebih rancih, lebih enak, dan manis. Selain itu, sayur hidroponik juga lebih tahan lama dibandingkan sayur yang ditanam di kebun “Sayur hidroponik ini tanamnya di air sehingga nutrisinya terjaga kalau kita pakai pot kan lepas nutrisinya,” tutur pria yang akrab disapa Memet.

“Pelanggan ada, kalau kita sebenarnya untuk selada kebutuhannya setiap hari ada, setiap hari itu 30 ikat, satu ikat Rp 5.000 yang kita suplay ke bab, burger, warung-warung, dan cafe. Bahkan selada dan samhong ini juga kita suplay ke teman-teman untuk pembuatan es crim, 4 ikat satu hari” terangnya.

Sementara itu, Sigit Rianto, warga RT 8, Kelurahan Gunung Lingkas yang mengembangkan sayur hidroponik sejak tiga bulan lalu mengaku biaya yang dikeluarkan untuk bercocok tanam hidroponik tidak banyak. Bahkan lahan seluas 4×4 persegi miliknya yang terletak di halaman rumahnya, ditanami selada dan samhong mulai diminati masyarakat setempat. Bahkan sudah memiliki pelanggan tetap.

“Kalau luasannya 4×4 menghabiskan modal untuk pembuatannya kurang lebih Rp 3,5 juta. Untuk beli kayu pipa sama keperluan dan pompa. Ini 435 lobang. Kalau sekali panen bisa dapat 800 ribu, kalau sebulan ini saya atur dua kali panen,” akunya.

“Haganya kurang lebih sama, karena kita belum bisa menaikkan harga karena masyarakat disini masih terbiasa dengan harga di pasar. Sebenarnya untuk hitung-hitungan, lebih ekonomis hidroponik karena dari segi menjalankan modalnya mungkin awalnya aja yang mahal tapi kalo sudah berjalan dia lebih murah ongkosnya,” tambahnya.

Sebelumnya, pengembangan bercocok tanam secara hidroponik mulai digemari masyarakat berkat program dari Perusahan PT. Medco Tarakan. Dimana, awalnya perusahan minyak  tersebut menggelar pameran di Stadion Datu Adil tahun lalu.  Salah satu yang ditampilkan adalah hidroponik dan masyarakat yang melihat berminat kemudian meminta untuk dilakukan pembinaan.

“Pada saat pameran minat dari masyarakat cukup besar, sehingga Mas Memet minta, pak bisa ngga diajarin, dibuatlah pelatihan yang pesertanya ada 40 orang. Selanjutnya dengan inisiatif Mas Memet kemudian membuat komunitas,” ujar Brhe Atyanto, Kabag Humas PT. Medco Tarakan

“Bagi masyarakat yang berminat, bisa bergabung nanti kita juga memberikan pelatihan dan pembinaan. Setelah pelatihan nanti pembimbingan kita bisa, tinggal menghubungi ke kami. Bisa langsung ke Kantor PT. Medco,” tutupnya (ars)

tags: ,

Related For Bertanam Hidroponik Mulai Diminati Masyarakat