wisata-kaltara
Gambar-Gif

Biaya Pendidikan Selama Kuliah Ditanggung Pemerintah

Monday, July 9th 2018. | Advertorial, Tanjung Selor

PENDIDIKAN : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie berfoto bersama sejumlah siswa di Kaltara, belum lama ini.

TANJUNG SELOR, MK – Sebanyak 47 lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari dua kabupaten di Kalimantan Utara (Kaltara) lolos seleksi dan diterima di beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia. Mereka yang lulus melalui program Afirmasi Pendidikan (ADik) ini, masing-masing 19 orang dari Malinau dan 28 orang dari Kabupaten Nunukan.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengatakan, sebelumnya oleh Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah menentukan kuota program ADik tahun ini, untuk Kaltara sebanyak 32 orang. Masing-masing, 16 orang dari Malinau dan 16 orang dari Kabupaten Nunukan.

Hanya saja, terangnya, karena dalam pelaksanaan tes seleksi, para peserta dari Kaltara memperoleh nilai lebih tinggi dari peserta yang berasal dari daerah lain, maka mendapatkan penambahan kuota. “Ini membuktikan siswa-siswi dari Kaltara pintar-pintar. Lebih cerdas dari siswa yang berasal dari kabupaten lain yang masih dalam progfam ADik,” ujar Irianto.

Gubernur mengatakan, mereka yang lulus, sebelumnya telah melalui seleksi ketat oleh Tim dari Dinas Pendidikan Provinsi dan dari Kemenristekdikti yang turun langsung ke kedua kabupaten tersebut. Dijelaskan, jumlah 47 siswa yang lulus pada seleksi ADik tahun ini melebihi dari kuota yang diberikan melalui program Adik. “Sebelumnya Kaltara diberi kuota 32 orang, yang daftar mengikuti seleksi afirmasi itu 2 kali lipat dari jumlah kuota dengan mengutuskan dari siswa terbaik dari masing-masing sekolah di wilayah Nunukan dan Malinau. Sehingga dari hasil pengumuman, Kaltara mendapat lebih dari kuota yang diberikan. Yaitu Malinau yang mendapat jatah 16 orang, sementara yang diterima 19 orang. Ini karena nilainya lebih tinggi,” urainya.

“Kemudian Nunukan yang juga kuotanya 16 orang, yang lulus seleksi 28 orang. Karena selebihnya itu adalah jalur TKI yang mendaftar langsung secara online,” timpal Irianto yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara Sigit Muryono.

Dikatakan Gubernur, ADik merupakan kebijakan Pemerintah Pusat sebagai upaya pemberian akses pendidikan tinggi seluas-luasnya kepada siswa lulusan SMA atau sederajat yang berasal dari daerah tertentu. “Pemerintah melihat, dengan kondisi ketertinggalan pembangunan dan keterbatasan infrastruktur pendidikan di daerahnya, diharapkan anak-anak tersebut bisa memperoleh pendidikan tinggi yang baik di PTN,” kata Gubernur.

Melalui program ini, pemerintah memberikan bantuan dana pendidikan. Mulai dari biaya penyelenggaraan pendidikan, hingga biaya hidup bagi mahasiswa, dengan beberapa kriteria. Antara lain, Orang Asli Papua (OAP), Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar), dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI). “Biaya pendidikan diberikan selama masa studi,” ucap Irianto. Dua kabupaten di Kaltara termasuk kategori daerah 3T. Sehingga berkesempatan mendapatkan bantuan melalui program ADIk. Bersama Nunukan dan Malinau, ada 65 kabupaten/kota lain di Indonesia.

Bagi peserta yang dinyatakan lulus, nantinya mereka bisa langsung berangkat ke PTN yang mereka pilih. “Uang transportasi dari kabupaten ke provinsi ditanggung oleh provinsi. Sementara, uang transportasi dari provinsi ke tempat perguruan tinggi akan ditanggung langsung oleh perguruan tinggi dimaksud. Nanti begitu tiba akan langsung dibayarkan,” tambah Sigit, menjelaskan teknisnya.

Untuk diketahui, bantuan biaya penyelenggaraan nantinya akan diberikan sebesar Rp 400 ribu per bulan untuk tiap mahasiswa. Diserahkan langsung ke perguruan tinggi pengelola. Sedangkan bantuan biaya hidup sebesar Rp 1 juta per bulan tiap mahasiswa diserahkan langsung ke mahasiswa penerima. “Dana bantuan ADik sendiri akan disalurkan setiap semester,” urainya.

Sebagai informasi, pada 2017 untuk kuota daerah 3T, Provinsi Kaltara mendapat 35 kuota yakni Kabupaten Nunukan mendapatkan kuota 15 orang dan Malinau 20 orang. Masing-masing kabupaten mendaftar 50 peserta untuk mengikuti tes penerimaan perguruan tinggi, dan yang diterima sesuai dengan kuota yang Kemenristekdikti.

Ada 24 orang yang lulus di 2017, yakni Malinau 20 orang dan Nunukan 4 orang. Di mana PTN yang telah dipilih sendiri, antara lain Universitas Mulawarman Samarinda, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Makasar, Universitas Negeri Malang, Universitas Lambung Mangkurat dan Universitas Gajah Mada. “Untuk tahun ini, pilihan PTN-nya sedikit berbeda. Meski ada beberapa yang sama dengan tahun lalu. Seperti Unmul, UGM, Unair dan beberapa lainnya,” tutup Sigit.(humas)

/// Grafik ///

Bantuan Biaya dari Kemenristekdikti 2018 (Program ADik)

Bantuan Biaya Pendidikan (UKT) : Rp 2.400.000/mahasiswa/semester

Bantuan Biaya Hidup : Rp 6.000.000/mahasiswa/semester

Biaya Pengelolaan di PTN: Rp 2.000.000/mahasiswa (1kali)

Jumlah Siswa dari Malinau yang Lulus Seleksi ADik : 19 orang

Jumlah Siswa dari Nunukan yang Lulus Seleksi ADik : 28 orang

tags: , , , , ,

Related For Biaya Pendidikan Selama Kuliah Ditanggung Pemerintah