wisata-kaltara

Cakupan POPM Kaltara Melebihi Target Kemenkes

Tuesday, October 2nd 2018. | Advertorial, Kaltara
  •  Sukseskan Belkaga, ASN di Lingkup Pemprov Wajib Minum Obat Kaki Gajah

TANJUNG SELOR, MK – Sesuai data nasional, di Kalimantan Utara (Kaltara) ada tiga kabupaten yang termasuk daerah endemis penyakit kaki gajah atau filariasis. Berbagai upaya pencegahan agar filariasis atau penyakit kaki tidak semakin menyebar, pun terus dilakukan. Termasuk oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara.

Salah satu bentuk antisipasi tersebut, dilakukan dengan memberikan obati filariasis kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemprov Kaltara dengan kegiatan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (BELKAGA) yang dimulai di Lapangan Agatish, Senin (1/10).

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, pemberian obat dilakukan setahun sekali selama 5 tahun berturut-turut. Dengan adanya Pemberian Obat Pencegah Massal (POPM) ini, diharapkan akan memutus mata rantai penularan filariaris. Pelaksanaan POPM filarias sendiri, sudah Pemprov Kaltara lakukan sejak tahun 2016 hingga 2020 mendatang.

Gubernur menyebutkan, tiga kabupaten di Kaltara menjadi daerah endemis Kaki Gajah. Di antaranya, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, dan Kabupaten Malinau. Sedangkan Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan tidak masuk dalam kategori daerah endemis.

“Kedua wilayah itu hanya tinggal melakukan tahap akhir, yaitu evaluasi pemeriksaan filariasis. Tahun ini akan dilakukan evaluasi ekstrem (3 tahun),”jelasnya. Evaluasi in untuk melihat prosentase keberhasilannya sehingga Kaltara dapat dikatakan bebas filariasis tidak harus menunggu tahun 2020.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinkes Kaltara, tahun 2016 hingga 2017 jumlah cakupan POPM filariasis rata-rata 90 persen. Artinya Kaltara telah melebihi target minimum yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yakni 65 persen. “Sementara, untuk cakupan POPM filariasis tahun 2018, masih akan menunggu hingga 31 Oktober 2018, tagetnya ditahun ini kita akan kembali melampau target nasional,” ujar Irianto.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kaltara, Usman menambahkan, kegiatan POPM sudah dilaksanakan secara serentak di tiga kabupaten di wilayah Kaltara. Target utamanya adalah sejumlah sekolah dengan sistem jemput bola. “Setelah tahun ketiga ini selesai dilakukan, maka akan dilakukan evaluasi sudah sejauh mana perkembangannya. Setelah tahun ke 5 baru akan dilakukan pemeriksaan. Kita berharap di tahun 2020 Kaltara akan menjadi wilayah yang bebas dari kaki gajah,”ungkap Usman.

Sementara untuk kasus kaki gajah pada tahun 2018, ditemukan sebanyak 4  kasus kaki gajah, Bulungan (4 kasus) dan KTT (1 kasus). Kegiatan ini merupakan program dari kemkes untuk daerah yang dinyatakan endemis. Selain pemberian obat, pemerintah baik provinsi dan kabupaten rutin memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Tidak hanya itu, POPM filariasis juga dilakukan serentak di Puskesmas Bulungan, Kabupaten Malinau, dan KTT.(humas)

Related For Cakupan POPM Kaltara Melebihi Target Kemenkes