wisata-kaltara

Djaprie: Orangutan, Sudah Kayak Anak Sendiri

Tuesday, September 20th 2016. | Kaltara
Jpeg

Jpeg

PONTIANAK, MK – Unyuk, satu individu orangutan yang diperkirakan baru berumur satu tahun, sudah hidup selama 7 bulan bersama satu keluarga manusia di Gang Mandiri 1, Jalan Husein Hamzah, Pontianak, Kalimantan Barat. Individu yang dikenal dengan nama latin Pongo Pygmaeus ini dipelihara oleh Muhammad Djaprie dan keluarga layaknya anak sendiri.

“Sudah kayak anak sendiri. Suka main sama istri dan anak saya. Bahkan tidur dia ikut saya. Di dalam kamar ataupun di depan TV. Dia tidak mau tidur sebelum saya usap-usap,” ujarnya.

Djaprie menambahkan selama tinggal bersama keluargannya, Unyuk memang dibiarkan bebas di dalam rumah. Seperti manusia, Unyuk pun dimandikan tiga kali sehari. Untuk makanan, Unyuk hanya diberi asupan berupa susu yang dicampur dengan biskuit.

“Sesekali juga kita kasi makan buah, buah mangga menjadi makanan favoritnya,” ujarnya lagi.

Djaprie menceritakan, Unyuk didapatkan dari warga Serimbu, Kuala Behe, Kabupaten Landak, pada Februari lalu. Saat itu, ia sedang mengerjakan proyek pembangunan tower di perusahaan perkebunan PT Djarum di Serimbu.

“Terus saya melihat Unyuk ini dipelihara oleh seorang warga di sana. Saya takut nanti dipelihara sampai besar terus disembelih. Jadi saya sampaikan ingin mengadopsi, namun warga tersebut menolak. Saya bilang mau beli, juga tidak dikasik,” jelasnya.

Namun, setelah dua hari kemudian orang tersebut yang mendatanginya sembari membawa Unyuk. Warga tersebut memberikan orangutan tersebut kepada Djaprie, karena sejak memeliharanya keluarga itu sering ribut, lantaran tidak memiliki uang yang cukup untuk memberi makan.

“Kata orang itu, istrinya sering marah-marah, karena dia lebih sering membelikan Unyuk susu daripada anaknya sendiri. Jadi dia serahkan kepada saya,” tuturnya.

Usai menyelesaikan proyeknya, Unyuk pun dibawa pulang ke rumahnya. Unyuk yang saat itu belum bisa jalan langsung cepat akrab dengan anak dan istrinya. Mereka pun bergantian mengurus Unyuk, dari mengganti popok hingga membuatkan susu.

Djaprie mengatakan jika kemudian ada pihak yang berwenang mau mengambil Unyuk, dia sekeluarga mengaku ikhlas. Karena selama ini dirinya mengambil Untuk dari warga, memang untuk menyerahkan kepada pihak berwajib. Namun dia kuatir jika menyerahkannya kepada sembarang pihak, keselamatan Unyuk tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Bisa saja Unyuk nantinya malah diperjualbelikan jika salah menyerahkan kepada orang. Makanya saya juga bertanya-tanya kepada teman yang bekerja di Kehutanan, untuk membantunya menyerahkan kepada pihak berwajib,” jelasnya.

Ia hanya berharap jika memang mau diambil, ada surat serah terimanya. Dan ia juga meminta agar Unyuk tidak dikandangkan.

“Jika memang ini yang terbaik buat Untuk, kami rela. Tapi kami tetap minta surat serah terima. Jadi kami merasa lega. Tidak merasa berdosa, karena lebih baik Unyuk dapat dikembalikan ke habitatnya,” timpal Djaprie.

Anisa Enggan Berpisah Dari Unyuk

Anissa (21), anak perempuan dari Djaprie, tak kuasa menahan tangisnya saat melepas Unyuk untuk dibawa oleh petugas BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Kalbar. Sambil terisak, ia menciumi dan membisikkan kata-kata perpisahan pada Unyuk.

Saat ditemui di kediaman Djaprie pada Selasa (20/9/2016) siang, Unyuk terlihat menggunakan pakaian bayi berwarna pink dan popok. Unyuk terlihat bergelanyut santai di pangkuan Djaprie.

Rambut kepalanya yang tipis tampak lucu membingkai wajahnya. Seorang awak media bahkan mengelus-ngelus dan menyisir rambut Unyuk dengan jemarinya. Unyuk hanya diam dan tidak menghindar. Tampaknya ia sudah terbiasa berada diantara manusia.

Satu waktu, ia turun dari pangkuan Djaprie. Ia meraih bantal berbentuk hati miliknya yang sudah kumal lantaran sering ditiduri. Kemudian merebahkan kepalanya di bantal tersebut. Tak terlihat sedikitpun rona ketakutan atau risih saat ia dikerumuni manusia. Sesekali mata bulatnya menatap satu persatu manusia yang memotret dirinya.

“Dia memang kita bebaskan berkeliaran dirumah dan melakukan apapun. Tidak pernah kita kurung,” ujar Djaprie.

Tak lama kemudian, Anisa keluar dan membawa empeng untuknya. Gendongan dialihkan ke Anisa. Anisa pun tak risih mencium Unyuk.

“Mandinya aja tiga kali sehari, melebihi manusia yang hanya dua kali,” jelasnya.

Meski kebersamaan mereka yang hanya tujuh bulan terbilang singkat, namun keduanya tampak tak terpisahkan. Ikatan kasih sayang terpancar saat Unyuk diserahkan ke petugas.

Awalnya Unyuk tak mau melepaskan pelukannya dari Anisa saat petugas ingin menggendongnya. Unyuk pun diambil Djaprie dan barulah kemudian ia mau digendong dan dibawa oleh petugas.

Penyerahan satu individu primata dari warga kepada BKSDA ini, dilakukan di hadapan para awak media. Sebelumnya, baik BKSDA maupun warga yang menyerahkan, melakukan penandatanganan surat serah terima satwa dilindungi. Beberapa warga sekitar juga turut menyaksikan.

Sambil menahan isak tangis, Anisa mengantar Unyuk hingga ke depan pintu rumah. Meski tampak belum rela melepas kepergian Unyuk, namun Anisa mengaku ikhlas jika untuk kebaikan Unyuk. Ia berharap Unyuk ditangani dengan lebih baik dan tetap dipelihara dengan kasih sayang.

“Ya mau gimana lagi. Sedih sudah pasti, tapi karna untuk kebaikan Unyuk, saya ikhlas,” ujarnya sambil menyeka airmata.(Lyn/Rz)

.

tags:

Related For Djaprie: Orangutan, Sudah Kayak Anak Sendiri