wisata-kaltara

DOKUMEN IMPOR IKAN DI KALTARA MASIH BERMASALAH

Monday, August 13th 2018. | Ekonomi & Bisnis, Headline, Hukum & Kriminal, Kaltara, Tarakan

ILUSTRASI

TARAKAN, MK – Meski Tarakan merupakan salah satu penghasil ikan laut di Kaltara, namun ternyata masih ada saja beberapa jenis ikan yang ternyata diimpor dari Tawau, Malaysia. Salah satunya ikan layang yang masih menjadi idola dan paling banyak dikonsumsi masyarakat Tarakan.

Menurut Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Ikan (BKIPM) Tarakan, Umar menuturkan terkait ikan impor, hingga kini masih menjadi masalah. Meski Tarakan merupakan salah satu penghasil ikan laut di Kaltara, namun masih ada beberapa jenis ikan yang ternyata diimpor dari Tawau, Malaysia. Salah satunya ikan layang yang masih menjadi idola dan paling banyak dikonsumsi masyarakat Tarakan

Berbicara tentang impor berarti harus melalui jalur resmi. Sementara, ikan layang yang ada di Tarakan, meski memang diimpor dari Tawau, Malaysia, namun tidak ada dokumen.

“Di dokumen kami di BKIPM ini, tidak ada yang dikatakan impor, namun kenyataan barangnya ada,” ujarnya.

Ia pun sudah melaporkan hal tersebut terkait dengan impor ikan layang ini ke pusat, Kementerian Kelautan dan Perikanan maupun Kementerian Perdagangan, jika mengatakan ada impor sebenarnya dokumen dari Malaysia sudah ada.

Tinggal, saat ini yang menjadi masalah ada tempat masuknya ikan impor ini dan terkait dengan izin. “Kalau tradisional, berkaitan dengan dua negara yang bertetangga ini biasanya diatur dalam basic agreement. Perjanjian antara Malaysia dan Indonesia, sekitar 600 RM saja maksimal belanja barang Malaysia yang bisa masuk ke Indonesia meski tanpa dokumen,” bebernya.

Artinya, barang bawaan 600 RM ini hanya oleh-oleh dan tidak termasuk bisnis. Pertanyaannya, apakah ikan impor yang masuk di pasar tradisional yang ada di Tarakan ini hanya oleh-oleh atau bisnis.

“Pastikan bisnis, karena ikan yang dibawa berton-ton,” imbuhnya.

Namun, pihaknya tetap melakukan pengawasan terhadap data yang ada, sehingga pusat bisa mengambil kebijakan dalam bentuk regulasi.

Terakhir, Kementerian Perdagangan sudah mengeluarkan regulasi menetapkan Nunukan sebagai entry point atau tempat pemasukan barang impor tertentu yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan.

Selanjutnya, semua ikan impor yang akan masuk ke Tarakan, harus melewati Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan terlebih dahulu, agar pengawasan menjadi mudah. Dikhawatirkan, jika dibiarkan, pengiriman ikan impor akan liar kemana-mana dan semakin banyak barang impor masuk melalui pemasukan ilegal.

“Jadi, selain dari pintu masuk itu berarti ilegal. Saat ini, di Tarakan belum ada satupun nelayan yang memiliki dokumen impor ikan dari Kementerian Perdagangangan. Jadi, saat ini pengiriman ikan dari luar negeri hanya sebatas tradisional,” tandasnya.

Diakuinya, meski Tarakan sebagai penghasil ikan, namun pada musim tertentu jumlah ikan yang ada juga berkurang, sementara kebutuhan ikan masyarakat Tarakan cukup besar. Sebenarnya, selain Tawau, Malaysia, dari Toli-toli, Sulawesi Selatan juga kerap mengirimkan ikan ke Tarakan seperti ikan cakalang, ikan gembung dan ikan layang.
Tidak hanya itu, terkadang di pasaran mutu ikan lokal jelek namun dijual dengan harga mahal, sementara ikan dari luar mutu bagus dan harga lebih murah, sehingga hukum ekonomi berlaku.

Selain itu, nelayan beralasan setelah pergi ke Tawau membawa udang atau lainnya, pulang ke Tarakan kosong, sehingga untuk meminimalisir biaya perjalanan, membawa ikan layang sepulangnya ke Tarakan.

“Pernah kita dapat ikan layang ilegal masuk, kita larang, tetapi mereka (nelayan) masuk lewat pintu lain tanpa sepengetahuan kami. Kami juga sudah mensosialisasikan kembali soal wajib dokumen Menteri Perdagangan ini,” ungkapnya.

Sebagian masyarakat nelayan beralasan kenapa tidak memenuhi dokumen impor, karena tidak mau direpotkan mengurus dokumen ke pusat jika ikan layang yang dibawa hanya sebanyak setengah ton.

“Pasti agak beratlah, tapi ini sedang kita bicarakan ke pusat apakah nilai 600 RM yang sudah disepakati itu bisa dinaikkan menjadi 1 ton misalnya. Atau, nanti kita yang akan memfasilitasi perizinannya, kan sekarang semua pengurusan dokumen transparan dan bisa melalui online dan akan kita bantu,” tutupnya.(arz27)

tags: , , ,

Related For DOKUMEN IMPOR IKAN DI KALTARA MASIH BERMASALAH