wisata-kaltara
Gambar-Gif

IBU TEGA BUNUH BAYI YANG BARU LAHIR

Tuesday, July 10th 2018. | Headline, Hukum & Kriminal, Kaltara, Tarakan

M (JAKET BIRU) HANYA TERTUNFDUK LEMAS SAAT PRESS REALESE BERLANGSUNG

TARAKAN, MK – Warga Kelurahan Selumit yang sempat dihebohkan dengan datangnya anggota polisi ke pemakaman untuk membongkar kuburan salah seorang bayi pada hari senin (9/7/2018) sekira pukul 15.30, nampaknya kini sudah mendapatkan titik terang, mengapa pihak kepolisian membongkar kuburan bayi yang berada di Pemakaman Muslim yang terletak di Kelurahan Selumit.

Menurut Informasi yang didapatkan Metro Kaltara dari Press Realese yang diadakan Kepala Polisi Resor (Kapolres) Tarakan, ternyata pembongkaran kuburan bayi tersebut untuk mengungkapkan kasus yang diduga pembunuhan terhadap seorang bayi yang dilakukan oleh salah seorang remaja yang berinisial M (21) yang bekerja di salah satu toko yang berada di Tarakan.

Kapolres Tarakan, AKBP Yudhistira mengatakan, jika awal mulanya pengungkapan kasus pembunuhan ini, bermula saat salah seorang warga yang melaporkan kejadian adanya pemakaman salah seorang bayi yang tak diketahui identitasnya kepada pihak kepolisian.

Menurut laporan yang diterima oleh pihak kepolisian dari salah seorang warga yang sudah dijadikan saksi mengatakan, jika adanya suatu pembunuhan atau menghilangkan nyawa seseorang serta mengubur jasad bayio secara tidak wajar.

“begitu mendapatkan laporan, kami langsung melakukan penelusuran penyidikan dan kami kumpulkan beberapa saksi termasuk pelapor dan tukang gali kubur di pemakaman tersebut,” ungkapnya.

Lanjut Yudhistira, setelah berhasil mendapatkan ibu dari sang bayi. Ia mendapatkan pengakuan dari M jika dirinya sengaja membunuh bayi yang baru saja keluar dari rahimnya. saat diperiksa lebih lanjut M mengatakan, jika motif dirinya membunuh bayi yang tak berdosa tersebut lantaran tak ingin menanggung malu karena anaknya tersebut sudah lahir diluar pernikahan.

“Selain takut malu, dia juga tidak ingin kalau hal ini diketahui oleh orang tua dan orang sekitarnya (tetangga),” ujarnya.

Sementara itu, keterangan yang didapatkan dari M, dirinya melakukan pembunuhan pada bayinya dengan cara membekap mulutnya saat bayi tersebut sudah keluar dan saat akan menangis.

Dan dari informasi lebih lanjut yang didapatkan, jika bayi tak berdosa ini lahir secara normal, dengan kondisi umur bayi yang dalam kandungan 9 bulan.

“Dia melahirkan di rumahnya, dan kejadiannya ini sudah terjadi sekitar 2 bulan yang lalu,” terangnya.

Adapun Keterangan dari saksi yang dikumpulkan oleh pihak kepolisian yakni dari Kakaknya M dan teman Kakaknya, jika bayi tersebut dikuburkan pada bulan Mei lalu, dan diketahui Kakak dari M ini juga mengetahuinya jika bayi tersebut sudah meninggal saat dikeluarkan dari rahimnya dan ikut serta dalam penguburan pada bayi tersebut.

“Kakaknya mengetahui kalau bayi tersebut sudah meninggal karena pada saat dilahirkan tidak adanya pertolongan medis saat persalinan berlangsung, dan bayi ini sudah tidak tertolong lagi, dan pengakuan dari M ini dirinya melakukan persalinan sendiri tanpa adanya bantuan dari orang lain,” jelasnya.

Setelah dilakukan pembongkaran terhadap kuburannya, bayi tersebut ditemui sudah dalam keadaan tulang belulang, dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan penelitian “apakah benar jika bayi tersebut memang anak M dan untuk mengetahui apakah bayi tersebut memang dibunuh pada 2 bulan yang lalu atau sudah lebih,” ungkapnya kepada Metro Kaltara.

Sementara ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, dan masih mencari pasangan atau pacar dari M yang berinisial C selaku ayah dari jasad bayi tersebut.

“Dari pengakuan si M, dia tidak mengetahui alamat pasangannya, hanya mengetahui wajahnya dan namanya saja, meskipun sudah melakukan hubungan intim beerapa kali,” jelasnya.

Tambah Yudhistira, sementara ini masih dilakukan pengembangan kasus, dan akan meminta keterangan dari C, dan di akui oleh M jika ia mengenal C dari telpon seluler.

“Kami masih mengejar pasangannya, begitu nanti kami dapatkan lagi perkembangan kasusnya, nanti akan kita konfirmasi lagi, dan untuk pelaku akan kami jerat pasal berlapis yakni perlindungan anak dan pasal 338 KUHP menghilangkan nyawa seseorang dengan ancaman paling cepat 5 tahun dan maksiimal 15 tahun,” tutupnya.(arz27)

tags: ,

Related For IBU TEGA BUNUH BAYI YANG BARU LAHIR