Investasi di Kaltara Perkuat Posisi Geopolitik Indonesia

Selasa, September 26th 2017. | Advertorial, Kaltara

Gubernur Provinsi Kaltara Dr H Irianto Lambrie

Jakarta, MK – Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki posisi geostrategis dan geopolitik yang penting bagi Indonesia. Untuk itu, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie beserta jajarannya bercita-cita untuk menjadikan Kaltara sebagai provinsi terdepan. Ini diawali dengan dari rencana investasi pembangunan pembangkit listrik berbasis konservasi dengan memanfaatkan potensi hydro power dari setiap sungai yang ada.

Setidaknya, sebut gubernur ada 4 PLTA (pembangkit listrik tenaga air) yang akan dibangun di Kaltara. Dengan modal investasi swasta atau konsorsium pemerintah-swasta dari sejumlah negara. “Kaltara akan memasok listrik untuk seluruh daratan Kalimantan, bahkan tengah dijajaki peluang penjualan listrik ke Sarawak dan Sabah, Malaysia. Dan, ini sangat realistis untuk diwujudkan,” kata Irianto.

Untuk pasokan listrik di wilayah Kalimantan, kini tengah berproses pembangunan jaringan transmisi interkoneksi oleh PT PLN (Persero). Dana yang dikucurkan untuk kegiatan ini, sekitar Rp 350 miliar. Sedangkan, untuk penjualan listrik ke negara tetangga, Malaysia, untuk saat ini akan direalisasikan oleh investor asal Malaysia, PT Sarawak Energy Berhad Co., Ltd.

“Ada sinkronisasi antara investor PLTA nantinya, baik dari Tiongkok maupun Korea  Selatan juga Malaysia dengan PLN. Listrik tersebut, selain memasok kebutuhan industri intensif energi yang ada di KIPI (Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional) Tanah Kuning-Mangkupadi, juga dijual ke PLN untuk dipasok kepada masyarakat,” jelasnya.

Selain listrik, posisi strategis Kaltara yang berada di Selat Makassar, bisa menjadi peluang investasi di kepelabuhanan. “Di Selat Makassar itu, banyak sekali kapal membawa biji besi dan batubara dari Australia ke Asia Utara. Bila Kaltara memiliki pelabuhan laut internasional yang representatif, kapal-kapal tersebut dapat dibelokkan untuk berlabuh di Kaltara. Lalu membawa kargo, biji besi dan batubara (logam untuk furnish smelter),” ungkap Irianto.

Adapula peluang investasi di bandar udara (Bandara). “Investor dari Korea Selatan yang memiliki pengalaman dan keahlian mengaku siap mengembangkan investasi di bandara internasional. Mereka juga akan memasukkan pesawat untuk kelas bandara internasional. Disini, saya merujuk ke Bandara Internasional Juwata Tarakan,” urai Irianto.

Tak terlepas dari itu, ditegaskannya bahwa rencana investasi tersebut, sedianya tak hanya menjadi “angin surga” bagi Kaltara juga Indonesia. Untuk itu, Pemerintah Indonesia meminta tiap investor yang ada dapat menunjukkan keseriusan dalam merealisasikan investasinya. Ini dibuktikan dengan kesiapan mereka mengurus perizinan, mematuhi aturan yang berlaku dan sejumlah hal penting lainnya yang wajib dipenuhi. “Investor dalam tahap perencanaan investasinya, juga harus menggunakan konsultan bersertifikat internasional dan memiliki pengalaman di bidangnya. Sinkronisasi dan kongkretnya investasi menjadi penegasan Pemerintah Indonesia kepada investor,” tuntasnya.(humas)

Related For Investasi di Kaltara Perkuat Posisi Geopolitik Indonesia