Gambar-Gif

Irianto : Jangan Terjebak Polemik Kontraproduktif

Saturday, October 11th 2014. | Advertorial, Kaltara, Tarakan
- wisata-kaltara -

Reporter : Darajat Mazunus/Hms Pemprov Kaltara.

muslub-pdlkt-1024x695Tarakan-metrokaltara.com – Penjabat Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie mengajak seluruh elemen masyarakat di Kaltara termasuk organisasi kemasyarakatan. Untuk mendukung penuh pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan yang dilaksanakan. Tanpa perlu terjebak kepada isu-isu atau rumor yang tidak perlu dan membuat terjadinya polemik yang tidak menguntungkan atau kontraproduktif yang justru membuat kerugian bagi masyarakat karena menghabiskan energi bagi sesuatu yang tidak perlu.

“Ini perlu saya sampaikan agar kita lebih baik menatap masa depan dengan bekerja keras dan jangan terjebak polemik kontraproduktif. Sebab keberadaan provinsi termuda ini merupakan berkah untuk lebih mendekatkan dan memaksimalkan pelayanan pemerintah kepada masyarakatnya. Dan kita optimis dengan dukungan seluruh elemen masyarakat maka pembangunan di Kaltara akan lebih baik, dan maju demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kaltara serta mampu bersaing dengan provinsi lain yang telah ada,”ujar Irianto saat memberikan sambutan sebelum membuka secara resmi Musyawarah Luar Biasa (Muslub) Persekutuan Dayak Lundayeh Kalimantan Timur (PDLKT) di Wisma Patra, Tarakan, Sabtu (27/9).

Muslub dilaksanakan dalam rangka mengganti nama organisasi untuk menyesuaikan perkembangan seiring dengan telah berdirinya provinsi ke-34 di Indonesia. Hadir dalam muslub Ketua Umum PDLKT yang juga Bupati Malinau Dr Yansen Tipa, Wakil Walikota Tarakan Khaeruddin Arief serta 210 peserta yang merupakan pengurus cabang PDLKT dari seluruh Indonesia.

Ia mencontohkan usia Kaltara saat ini baru 1 tahun 5 bulan. Walaupun UU pembentukan Kaltara nomor 20 tahun 2012 diterbitkan 25 Oktober 2012 namun secara resmi Kaltara menjadi provinsi ke-34 bertepatan dengan pelantikan dirinya sebagai Pj Gubernur Kaltara 22 April 2013 lalu. Sebab roda dan jalannya pemerintahan Kaltara baru dimulai setelah dirinya dilantik, itupun tiga bulan pertama bekerja sendiri dengan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) serta sarana dan prasarana yang terbatas.

Meskipun serba terbatas, khususnya personel PNS di Pemprov Kaltara yang masih dibawah 400 orang. Pihaknya terus bekerja keras dan merintis serta mengembangkan berbagai hal dalam rangka akselerasi pembangunan di Kaltara khususnya penyiapan SDM generasi muda Kaltara.

Selain itu perencanaan dan penyiapan landasan dan pijakan secara sistematis pembangunan di Kaltara dengan melibatkan pusat-pusat keunggulan di Indonesia yaitu Perguruan Tinggi (PT) terkemuka dan kementerian terkait. Dengan demikian perencanaan pembangunan di Kaltara bisa berjalan berkelanjutan demi kemajuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Siswa-siswa dari Kaltara telah ada yang dikirim ke PT terkemuka mulai dari ITB, UGM, Unhas, IPB, UI, Unair dan PT lainnya karena MoU (nota kesepahaman) yang telah kita rintis beberapa waktu lalu. Begitu pula yang beberapa waktu lalu dikirim ke STTD Bekasi (Sekolah Tinggi Transpoirtasi Darat) dan 20 pelajar kuota Kaltara yang akan dikirim ke IPDN merupakan berkah MoU yang kita tandatangani bersama. Belum lagi guru-guru yang akan kita kirim untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan termasuk penyusunan grand design berbagai hal seperti RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kaltara merupakan tindaklanjut MoU yang dilaksanakan jadi tidak sekedar seremoni semata,”ujarnya.

Terkait Muslub PDLKT, lanjut Irianto, dirinya mengingatkan kegiatan tersebut merupakan wadah untuk rembuk, diskusi, melakukan evaluasi dan menyusun rencana baru demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan organisasi. Momentum ini harus dimanfaatkan secara optimal dengan meminimalkan perbedaan-perbedaan demi mencapai tujuan yang diinginkan bersama. Walaupun ada perbedaan janganlah menjadi pemicu terjadinya perpecahan.

“Mari kita saling menghormati proses demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Mungkin tidak akan ada yang mengagumi indahnya pelangi jika warnanya hanya satu macam saja. Sang pelangi baru dapat menunjukkan keindahannya ketika menampakkan berbagai macam warna yang membentuk suatu perpaduan nan indah,”ujarnya.(Rz)

Related For Irianto : Jangan Terjebak Polemik Kontraproduktif