Jokowi Khawatirkan Bukalapak

Sabtu, Februari 16th 2019. | Ekonomi & Bisnis, Headline, Nasional

Jakarta: Koordinator Staf Khusus Presiden, Teten Masduki, memastikan Presiden Joko Widodo tak marah dengan kicauan pendiri sekaligus CEO Bukalapak.com Achmad Zaky yang menjadi polemik. Jokowi justru takut bila kontroversi berlanjut bisa merugikan situs jual beli itu.

CEO Bukalapak Achmad Zaky meminta maaf atas cuitannya di Twitter yang dianggap mendukung salah satu pasangan calon presiden kepada Presiden Jokowi.

“Beliau khawatir kalau ini terus berlanjut, uninstall terhadap Bukalapak ini akan mengganggu bisnis e-commerce di Indonesia,” kata Teten usai pertemuan Zaky dengan Jokowi di Kompleks Istana, Sabtu, 26 Februari 2019.

Menurut dia, Jokowi melihat Bukalapak sebagai perusahaan unicorn di Indonesia, bersama dengan Go-Jek, Traveloka, dan Tokopedia. Selain itu, banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menggantungkan hidupnya kepada empat unicorn ini.

“Jadi jangan sampai ini kemudian menjadi rusak karena ini kebanggaan kita. Ini empat unicorn Indonesia yang kuat di Asia Tenggara,” ungkap dia.

Kepala Negara pun, kata dia, mempertimbangkan dengan baik dampak kontroversi ini kepada Zaky dan Bukalapak. Zaky diminta mewawas diri, khususnya berhati-hati dengan ucapannya.

Di sisi lain, Jokowi juga sepakat dengan penyataan Zaky yang menilai anggaran riset dan pengembangan Indonesia perlu ditingkatkan. Namun, Teten menduga Zaky menyampaikan kritik dengan data yang salah.

Sementara itu, soal pilihan politik Zaky, Jokowi tak memusingkannya.”Pak Presiden lebih concern soal bagaimana tadi, bisnis online ini yang punya koneksi terhadap UMKM, ini jangan sampai mengganggu ekonomi kita,” jelas Teten.

Teten menerangkan Jokowi sengaja mengundang Zaky untuk meluruskan isu-isu miring yang berkembang. “Mudah-mudahan pertemuan hari ini antara Zaky dan Pak Presiden bisa menghentikan kegaduhan ini yang secara ekonomi tidak menguntungkan.”

Dua hari terakhir, Zaky menjadi buah bibir lantaran berkicau di dunia maya. Dia menyoroti minimnya anggaran penelitian dan pengembangan pemerintah di tengah wacana revolusi industri 4.0.

Penyataannya dianggap menyindir Presiden Jokowi. Pasalnya, dia sempat mengutarakan harapannya agar presiden baru meningkatkan anggaran penelitian, yang saat ini USD2 miliar. Tagar#unistallbukalapak akhirnya menggema di dunia maya.

Zaky, dalam pernyataan tertulis, sudah menyesali cuitannya. Dia mengaku khilaf atas apa yang telah dilontarkan tersebut.

Dia menegaskan sangat memperhatikan kemajuan industri teknologi di Indonesia. Dia bersama Bukalapak berharap investasi dalam bidang riset dan sumber daya manusia (SDM) ditingkatkan.

“Saya sangat menyesali kekhilafan tindakan saya yang tidak bijaksana tersebut dan kiranya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya,” kata Zaky dalam keterangannya yang diterima, Jumat, 15 Februari 2019.

Pemimpin salah satu perusahaan unicorn Indonesia itu tidak bermaksud mendukung atau tidak mendukung suatu calon presiden tertentu. Dia hanya ingin mengajak membangun bersama Indonesia melalui penelitian.

Sumber: Medcom.id

tags: ,

Related For Jokowi Khawatirkan Bukalapak