Gambar-Gif

Kemenhub Alokasikan Anggaran Rp 231,295 Miliar

Thursday, March 19th 2015. | Advertorial, Ekonomi & Bisnis, Kaltara
- wisata-kaltara -

pertemuan menhub

– Pengembangan Sektor Laut dan Udara
Tanjung Selor, metrokaltara.com – Ikhtiar yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara satu persatu akhirnya berbuah manis. Penjabat Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie mengatakan saat melakukan pertemuan di Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan memberikan respon positif terhadap berbagai usulan pengembangan infrastruktur sektor laut dan udara yang berada di Kalimantan Utara. Bahkan secara khusus Menhub menyampaikan usulan-usulan dari daerah di seluruh Indonesia yang mendapatkan prioritas adalah yang berada di lokasi terluar, terpencil, terisolir dan tertinggal termasuk Kaltara.
“Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan dan keselamatan transportasi khususnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah yang selama ini relatif tertinggal seperti Kaltara. Kami memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih atas perhatian kebijakan politik anggaran pemerintah pusat yang diberikan kepada Kaltara. Sehingga mudah-mudahan percepatan pembangunan bisa segera dilaksanakan dalam rangka mewujudkan masyarakat Kaltara yang sejahtera dan bahagia,”ujar Irianto.
Dengan menyesuaikan kemampuan keuangan negara, lanjut Irianto pembangunan infrastruktur perhubungan udara dan laut di Kaltara dilaksanakan secara bertahap. Tahun 2015 ini Kaltara memperoleh alokasi dana belanja modal dari APBN sebesar Rp 270,967 miliar. Dana itu untuk pembangunan dan pengembangan sektor Perhubungan Laut sebesar Rp 39,672 miliar dan perhubungan udara sebesar Rp 231,295 miliar. Salah satunya sektor udara yaitu peningkatan pembangunan lima bandara perintis di daerah perbatasan seperti Krayan dan Long Ampung dan pembangunan Bandara di Sebatik. Karena keberadaannya sebagai salah satu solusi cepat, mengangkut kebutuhan pokok masyarakat perbatasan, sementara jalan tembus saat ini belum dapat dibangun. Selain itu memperlancar distribusi barang dan jasa dari dan ke perbatasan serta menjamin keselamatan pelaksanaannya.
Sementara itu, lanjut Irianto untuk pengembangan Bandara Nunukan, Tanjung Harapan dan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di daerah Tana Kuning dan infrastruktur perhubungan lainnya akan diusulkan kembali setelah dilengkapi dokumen persyaratan yang diperlukan seperti studi perencanaan dan Analisi Dampak Lingkungan (Amdal). Semua usulan infrastruktur perhubungan dari Kabupaten/Kota yang diusulkan untuk dibiayai dari APBN harus dikoordinasikan dengan Gubernur dan Dinas Perhubungan Provinsi yang selanjutnya akan menyampaikan secara resmi kepada Menhub dengan Dirjen terkait.
“Pak Menteri menyampaikan setiap usulan mutlak dilengkapi dokumen pendukung diantaranya harus memiliki dokumen amdal. Selain itu beliau juga menyampaikan usulan-usulan yang diprioritaskan adalah lokasi terluar, terpencil, terisolir dan tertinggal dengan prioritas untuk pengembangan infrastruktur udara yaitu perpanjangan landasan pacu atau run way,”ujarnya. (hmsprov)

Related For Kemenhub Alokasikan Anggaran Rp 231,295 Miliar