Ketika Gubernur Jajal Tapal Batas Indonesia – Malaysia (4)

Senin, Oktober 22nd 2018. | Advertorial, Malinau

Usai menjajal tapal batas di wilayah Kabupaten Nunukan, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie tiba di Kabupaten Malinau. Di sini, Gubernur juga akan meninjau sejumlah titik pembangunan infrastruktur, salah satunya adalah SMK Pertanian Pembangunan Malinau.

Indra Yustian, Humas Provinsi Kaltara

TINJAU RPS : Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie didampingi Kadisdik Kaltara Sigit Muryono meninjau RPS SMK Pertanian dan Pembangunan Malinau, saat melakukan kunker di Kabupaten Malinau, Minggu (14/10) lalu.

MALINAU, MK – Tepat pukul 09.00 Wite para rombongan mulai melakukan perjalanan dari rumah jabatan Bupati Malinau untuk melihat proyek pembangunan infrastruktur. Terdapat sejumlah titik yang disinggahi oleh rombongan gubernur, salah satunya SMK Pertanian dan Pembangunan Malinau.

Di sini, agenda gubernur adalah meresmikan ruang praktek siswa (RPS) Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian dan Pembangunan Malinau. Saat tiba di SMK Pertanian dan Pembangunan Malinau, gubernur disambut hangat oleh kepala sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara, Sigit Muryono.

Menurutnya, sekolah ini memiliki potensi lebih yang harus dikembangkan dari sekarang. Pasalnya, lahan pertanian di Kaltara begitu luas sehingga peningkatan sumberdaya manusia untuk menggarap sektor pertanian juga harus diperkuat.

“Kepala sekolah dan seluruh jajarannya harus bekerja keras, agar kualitas SDM yang ada di sekolah ini juga memiliki kualitas. Sedangkan Disdikbud Kaltara, perlu membantu peningkatan sarana dan prasarana di sekolah ini,”ujar Irianto disambut tepuk tangan oleh undangan.

Peningkatan sarana prasarana itu pun tidak lepas dari pembiayaan. Meski terbatas, lanjut Irianto, pihak sekolah maupun dari Disdikbud diminta untuk melakukan terobosan agar tidak bergantung pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) saja.

“Saya mengajak kepada seluruh jajaran untuk terus melakukan terobosan dalam membangun layanan pendidikan. Misalnya, untuk membangun sarana pendidikan lainnya, dapat diusulkan kepada perusahaan yang beroperasi di Kaltara,”jelasnya.

Sebab, perusahaan yang beroperasi di Kaltara memiliki program corporate social responsibility (CSR) yang itu telah diamanahkan oleh undang-undang. Irianto menyarankan agar sekolah dapat mengusulkannya kepada perusahaan-perusahaan tersebut. Terlebih lagi SMK di Malinau harus didukung dengan fasilitas yang memadai untuk menunjang kualitas siswa dan guru.

“Karena itu di SMK harus ada lahan pertanian dan perkebunan. Ini nantinya dapat dijadikan ruang berkreasi para siswa, sehingga para siswa ini tidak hanya mendapatkan materi di kelas dan ruang praktek, tetapi juga turun ke lapangan,”tambahnya.

Ia mencontohkan seperti SMK Tridaya Pratama yang dikelola oleh Yayasan Kayan Makmur, sudah sangat memiliki fasilitas yang cukup memadai. Melihat dari sekolah itu, Irianto menginginkan agar perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Malinau dapat membantu peningkatan sarana prasarananya melalui program CSR.

Dengan begitu, kualitas siswa SMK yang ada di Kabupaten Malinau dapat bersaing dengan daerah lainnya. Tidak hanya itu, Irianto juga menginstruksikan Disdikbud Kaltara untuk meningkatkan sarana Pendidikan terintegrasi di Kaltara.

Misalnya, di SMK Pertanian dan Pembangunan Malinau untuk dibangunkan greenhouse. Menurutnya, lahan yang ada di SMK tersebut sudah cukup memadai dengan luas lahan 10 hektare. Ia berharap agar SMK ini dapat menjadi salah sekolah modern yang memiliki teknologi pertanian yang cukup memada.

“Muatan pelajaran produktifnya di SMK sebesar 60 persen. Sehingga ini harus diperkuat dengan materi praktek sehingga ketika lulus, siswa SMK ini sudah dapat bersaing. Karena itu, teknologi bertani kita harus bisa lebih maju dari daerah lain, bahkan di negara. Jadi jangan mudah menyerah, dan mari kita berpikir jauh ke depan,”tuntas Irianto. (bersambung)

tags: , , , ,

Related For Ketika Gubernur Jajal Tapal Batas Indonesia – Malaysia (4)