wisata-kaltara

Ketika Gubernur Jajal Tapal Batas Indonesia-Malaysia (7-habis)

Thursday, October 25th 2018. | Advertorial, Malinau

Di tengah kegiatan yang sangat padat, baik harus menghadiri undangan dari pemerintah pusat. Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie tetap mengagendakan jadwal kunjungan kerja ke wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan dan Malinau.

Indra Yustian, Humas Provinsi Kaltara

BUGAR : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat meninjau SMA Negeri 8 Malinau, Minggu (14/10).

MALINAU, MK – Minggu (14/10) sore pekan lalu, rangkaian kunjungan kerja Gubernur ke wilayah perbatasan berakhir di SMA Negeri 8 Malinau. Meski berakhir, bukan berarti rangkaian kerja Gubernur pun terhenti, akan tetapi masih ada beberapa rangkaian kegiatan yang harus dihadiri di Bumi Intimung-sebutan lain Malinau. Salah satunya, meresmikan perhelatan Irau ke-9 dalam rangka peringatan HUT ke-19 Kabupaten Malinau.

Meski dengan kegiatan yang cukup padat, hal itu tak membuatnya patah semangat apalagi mengeluh. Bahkan pada saat ramah tamah dengan sejumlah stakeholder pada malam harinya, Gubernur masih terlihat bugar dari raut wajahnya. Baginya, bisa bertemu dengan masyarakat adalah salah satu anuegrah yang harus disyukuri karena dapat mempererat tali silaturahmi.

Dengan silaturahmi, menurut pria yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Provinsi Kalimantan Timur tersebut, dapat menambah pahala serta melancarkan rejeki seseorang. “Ini sesuai dengan hadis nabi yang pernah saya baca. Dan itu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar kita selalu dan dirahmati oleh Allat SWT,” kata Irianto.

Selain itu, dengan melakukan kunjungan kerja seperti ini, lanjut Irianto dapat mengingatkan manusia untuk selalu bersyukur. Pasalnya, di kiri dan kanan sepanjang perjalanan yang dilihat adalah hutan-hutan yang masih hijau dan tentu ini sangat memanjakan mata. “Mata kita ini, kadang penat sehingga harus dimanjakan dengan melihat keindahan alam, banyak hal yang dapat kita pelajari dari kunjungan kerja ini. Salah satunya, adalah mensyukuri nikmat yang telah diberikan,” ungkap Irianto.

Menariknya, sepanjang perjalanan itu tidak terlihat lelah sama sekali. Bahkan sejumlah awak media yang mengikuti perjalanan sejak awal, ada beberapa yang kelelahan akibat perjalanan jauh. Melihat hal itu, Gubernur pun memberikan sedikit tips hidup sehat bugar tanpa merasakan lelah.

Selain silaturahmi, salah satu hal yang paling dijaga adalah menjaga diri dari penyakit hati. Menjadi seorang pejabat daerah harus memiliki hati dan pikiran yang jernih. Tentu ini akan memberikan dampak positif bagi diri sendiri orang lain. Misalnya, terhindar dari berbagai macam penyakit. “Jangan sampai dalam diri kita memelihara penyakit hati. Ini harus kita buang jauh-jauh agar kondisi tubuh kita tetap bugar dan sehat,” bebernya.

Di samping itu, ia juga menyarankan agar terus menjaga pola hidup sehat. Seperti pola asupan yang cukup dan istirahat teratur. Yang terpenting lagi, ketika tubuh sudah mulai memberikan sinyal akan jatuh sakit, ia menyarankan agar segera memeriksakan diri ke rumah sakit atau ke dokter. Ini akan membuat seseorang itu tercegah dari penyakit yang tengah mengancam kondisi fisiknya. “Penyakit hati ini akan memperburuk keadaan kita. Dari itu, saya mengajak kepada kita semua untuk menghindari diri dari penyakit hati. Caranya, dengan memperkuat ibadah serta menambah rasa syukur kita kepada Allah SWT,” tuntasnya.(*)

tags: ,

Related For Ketika Gubernur Jajal Tapal Batas Indonesia-Malaysia (7-habis)