KPK Periksa Jonan Pekan Depan

Jumat, Mei 10th 2019. | Headline, Hukum & Kriminal

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, pekan depan. Ia akan diperiksa terkait kasus dugaan korupsi kesepakatan kerjasama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Jonan akan diperiksa sebagai saksi untuk dua tersangka, yakni Direktur Utama nonaktif PT PLN Sofyan Basir (SFB) dan pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal (BLEM), Samin Tan (SMT).

“SFB terkait kasus suap kerjasama PLTU Riau-1 dan SMT sebenarnya merupakan pengembangan dari kasus ini,” kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Mei 2019.

Jonan dijadwalkan diperiksa pada Rabu, 15 Mei 2019. KPK saat ini telah mengirimkan surat panggilan ke kantor dan rumah dinas Jonan.

“Karena yang dipanggil sebagai saksi kami memandang yang bersangkutan mengetahui sebagian atau pada bagian tertentu dari peristiwa yang sedang dilakukan penyidikan saat ini,” ujar Febri.

Febri mengatakan, penyidik akan menelisik mengenai rangkaian kewenangan di PT PLN maupun di Kementerian ESDM. Jonan diharapkan memberikan keterangan utuh sesuai kebutuhan penyidikan.

“Pemeriksannya apa tentu belum bisa saya sampaikan ya. Tapi kita sebenarnya bisa menyimak bahwa dalam kasus PLTU Riau-1 ada rangkaian-rangkaian kewenangan yang berada di instansi PLN atau pun di ESDM. Nah kebijakan itu jadi poin yang perlu dicermati,” pungkas Febri.

Perkara yang menjerat Samin Tan merupakan pengembangan dari kasus yang menjerat Sofyan Basir, PLTU Riau-1. Samin Tan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT) di Kementerian ESDM.

Samin Tan diduga telah menyuap mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih. Suap diberikan agar Eni membantu proses pengurusan terminasi kontrak perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Diduga, PT BLEM milik Samin Tan telah mengakuisisi PT ATK.

Eni Maulani Saragih pun akhirnya menyanggupi permintaan itu dan memengaruhi pihak Kementerian ESDM, termasuk menggunakan forum rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kementerian ESDM. Di mana posisi Eni Maulani Saragih sebagai anggota Panja Minerba di Komisi VII DPR RI.

Dalam proses penyelesaian itu, Eni Maulani Saragih diduga meminta sejumlah uang kepada Samin Tan untuk keperluan pilkada suaminya, Muhammad Al Khadziq di Kabupaten Temanggung. Pemberian itu terjadi dalam dua tahap melalui staf Samin Tan dan tenaga ahli Eni Maulani Saragih.

Pertama, pada 1 Juni 2018 sebanyak Rp4 miliar dan pemberian kedua terjadi pada 22 Juni 2018 sebanyak Rp1 miliar. Total suap yang diterima Eni Maulani Saragih dari Samin Tan sebanyak Rp5 miliar.

Sumber: medcom.id

tags: , , , ,

Related For KPK Periksa Jonan Pekan Depan