KPK Sita Dokumen Rapat Bowo Sidik

Kamis, Mei 16th 2019. | Headline, Hukum & Kriminal

Jakarta: Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita beberapa risalah rapat dewan dari Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar. Risalah itu terkait rapat yang dihadiri langsung oleh Anggota DPR Bowo Sidik Pangarso.

Sekjen DPR Indra Iskandar meninggalkan Gedung KPK, Jakarta,

“Beberapa risalah rapat yang dipimpin oleh Pak Bowo dan dihadiri oleh Pak Bowo, tidak sebagai pimpinan Komisi VI juga diminta, disita oleh KPK,” kata Indra usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 16 Mei 2019.

Selain menyita, penyidik juga mencecar Indra soal keanggotaan Bowo di Parlemen, khususnya rekam jejaknya sebagai anggota Komisi VI. Bahkan, Indra juga dikonfirmasi soal sejumlah rapat dengan BUMN yang dipimpin Bowo.

“Juga mengonfirmasi menyangkut absensi rapat, laporan singkat pada Komisi VI DPR, yang rapat itu dipimpin oleh Pak Bowo yang dihadiri oleh beberapa BUMN,” ujarnya.
 
Pada pemeriksaan itu, penyidik juga mengonfirmasi soal Peraturan Dewan Nomor 1 Tahun 2015 tentang etik anggota DPR. “Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan Dewan, materinya tadi sebatas itu saja,” ucap dia.

Meski tak merinci tentang materi kasus, Indra mengakui sebagian besar pertanyaan penyidik menyangkut kasus dugaan suap jasa angkut pupuk Indonesia yang menjerat Bowo.

“Tadi berkaitan dengan kasus suap Pak Bowo terhadap PT Humpuss,” pungkasnya.

Bowo bersama Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (PT HTK) Asty Winasti dan pejabat PT Inersia, Indung ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait kerja sama pengangkutan pupuk milik PT Pilog dengan PT HTK. Bowo dan Idung sebagai penerima sedangkan Asty pemberi suap.

Bowo diduga meminta fee dari PT HTK atas biaya angkut. Total fee yang diterima Bowo USD2 permetric ton. Bowo diduga menerima fee itu sebanyak enam kali di sejumlah tempat seperti rumah sakit, hotel dan kantor PT HTK sejumlah Rp221 juta dan USD85,130.

Dari Bowo penyidik menyita uang sebesar Rp8 miliar dalam 82 kardus dan dua boks kontainer. Uang Rp8 miliar itu terdiri dari pecahan Rp50 ribu dan Rp20 ribu yang sudah dimasukkan ke dalam amplop berwarna putih.

Bowo dan Indung selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Asty selaku penyuap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sumber: medcom.id

tags: , , ,

Related For KPK Sita Dokumen Rapat Bowo Sidik