wisata-kaltara

Menteri BUMN Larang Warga Malaysia Beli BBM Subsidi

Tuesday, October 11th 2016. | Ekonomi & Bisnis, Headline, Kaltara, Nunukan
1

Menteri BUMN dan Gubernur Kaltara saat meninjau APMS di Perbatasan

Krayan, MK – Menteri Badan Usaha Milik Negara BUMN) Rini Soemarno memberi ultimatum kepada pengelola Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) Pertamina di perbatasan Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan terkait larangan menjual BBM bersubsidi kepada warga Malaysia di perbatasan.

Larangan tersebut disampaikan Rini Soemarno saat meninjau lokasi APMS di wilayah Long Bawan Kecamatan Krayan Senin 10/10, mengingat BBM tersebut merupakan subsidi dari pemerintah Indonesia khusus untuk warga Krayan di perbatasan.

“Ini tidak boleh warga lain (Malaysia) membeli BBM besubsidi, keenakan nantinya”, ungkap Rini dihadapan Gubernur Kaltara dan para Direktur BUMN lain yang turut dalam rombongan.

Ultimatum tersebut cukup beralasan mengingat tingginya animo warga Malaysia yang tinggal di perbatasan untuk membeli BBM bersubsidi dari Pertamina, selain dekat, harga BBM eceran dari Pertamina cukup murah yakni premium seharga Rp. 6.450  perliter dan Rp. 5.150  perliter untuk solah atau senilai RM. 1.50 Sen Malaysia.

Sementara harga jual eceran BBM asal Malaysia yang masih di perjual belikan di Krayan seharga Rp. 13.000 perliter atau sekitar RM. 4.20 sen Malaysia, perbedaan harga tersebut membuat warga Malaysia di perbatasan beralih memburu BBM subsidi asal Indonesia.

“Saya tekankan tidak boleh, dulu masyarakat kita beli mahal, jika sekarang mereka (warga Malaysia) mau beli dengan harga segini (Rp. 6.450) itu tidak boleh”, tegas Rini.

Sementara itu, Direktur Marketing Pertamina, Ahmad Bambang menjelaskan pihaknya akan memberikan dua label harga di APMS diantaranya satu harga khusus subsidi dan satu harga ekonomis atau non subsidi dengan harga perliter Rp. 20.000, harga tersebut akan di berikan kepada warga malaysia yang ingin membeli BBM di APMS.

“Nanti kita akan tulis harga ekonomi dan subsidi, warga Malaysia boleh beli tapi harga ekonomi” terang Bambang.

Bambang menjelaskan, nantinya setiap yang datang membeli BBM harus menunjukan identitas berupa KTP.

“Harus menunjukan KTP, jika tidak memiliki KTP maka wajib membeli BBM harga ekonomis”, ungkapnya.

Melihat pengisian BBM masih manual dengan menggunakan gayung dan literan dari aluminium, Pertamina berjanji pada bulan Desember akan memberikan mesin dispenser kepada pengolola APMS agar dalam pelayanan kepada masyarakat lebih mudah dan aman.(Rz)

tags: ,

Related For Menteri BUMN Larang Warga Malaysia Beli BBM Subsidi