wisata-kaltara

OKNUM POLISI BERDAGANG SABU

Tuesday, August 28th 2018. | Headline, Hukum & Kriminal, Tarakan

PRESS REALESE YANG DIADAKAN OLEH BNNP KALTARA, NAMPAK KEDUA PELAKU DAN BEBERAPA BARANG BUKTI YANG DISITA

TARAKAN, MK – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara kembali lagi berhasil mengungkap kepemilik 440,90 gram sabu yang dikirim untuk kesekalinya melalui via jasa pengiriman Kurir JNE, di cargo Bandara Juwata Tarakan pada 9 Agustus lalu.

Gagalnya pengiriman sabu keluar Tarakan ini sudah beberapa kali, dalam dua bulan ini, dua diantaranya berhasil diungkap dan satu perkara lagi masih dalam penyelidikan.

Menurut Kepala BNNP Kaltara, Brigjend Ery Nursatari mengatakan, permasalahan narkoba di Kaltara memang sudah sangat rawan sekali. Dengan berbagai modus, diantaranya mengirim paket lewat cargo dengan jumlah beragam.

“Paket diduga berisi 9 ball sabu dikemas dalam alat pijat elektronik, breket speaker, lampu warna-warni dan senter LED untuk mengelabui petugas cargo. dan ternyata saat melewati sinar X-ray, akhirnya barang haram tersebut diketahui oleh petugas cargo dan langsung menghubungi pihak BNNP untuk dillakukan penanganan lanjutan,” ujarnya.

Petugas yang langsung melakukan penyelidikan, akhirnya bersepakat agar paket tersebut tetap dikirim, namun Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar akan diawasi petugas BNNP. Pelaku, Syahrul akhirnya datang ke Bandara untuk mengambil paket pada 10 Agustus, sehari setelah paket dikirim.

“Kita lakukan control delivery, barang kita kirim dan kita sampaikan kepada penerima, ternyata yang mengambil Sahrullah alias Ahim, yang merupakan pekerja di Hotel milik Asep, oknum polisi di Polres Mamuju Utara, Polda Sulbar,” terangnya.

Sahrul yang merupakan kurir ini awalnya juga sempat hendak melarikan diri, namun berhasil ditangkap disekitar Bandara Makassar.

Lanjut Pria berpangkat bintang satu ini mengungkapkan, saat Sahrul datang untuk mengambil paket, petugas cargo tidak berada ditempat. Sahrul kemudian gelisah dan akhirnya melarikan diri, petugas BNNP Kaltara yang ada didalam cargo langsung mengikuti dan melakukan pengejaran.

“Awalnya kita takut, mau tangkap sahrul tetapi saat itu tidak menerima barang, tapi pas tertangkap, Asep telepon jadi tidak bisa mengelak lagi. Setelah kita kembangkan, dan kita ketahui ternyata sabu merupakan milik Asep, dan pengejaran kita lakukan,” bebernya.

Asep yang sempat berusaha menghilangkan jejak, tertangkap dirumah salah satu temannya di Jalan Cendrawasih pada 11 Agustus. Setelah berusaha mengelak, ditunjukkan bukti CCTV dan bukti pendukung lainnya, akhirnya Asep pasrah dan pengembangan dilakukan untuk mengetahui keterlibatan orang lain selain Asep dan Sahrul.

Sebenarnya, teman dan pacar Asep sempat diperiksa di Makassar untuk memastikan hubungan dengan peredaran sabu dari Tarakan ini. Namun, karena keterlibatannya tipis dan BNNP juga lebih selektif memastikan siapa saja yang terlibat, akhirnya setelah diperiksa hanya Asep dan Sahrul yang dibawa ke Tarakan akhir pekan lalu.

Menurut pengakuan Asep, memang sengaja datang ke Tarakan untuk membeli sabu seharga Rp 70 juta dari orang yang tidak dikenal dan diantarkan ke Hotel Makmur. Selanjutnya, Asep diantar oleh sopir Grab untuk belanja barang-barang yang akan digunakan untuk menyembunyikan sabu. Setelah sabu dikemas dan dikirim melalui jasa pengiriman, Asep selanjutnya ke Makassar sore harinya.

‘’Asep ini anggota kepolisian Polda Sulbar, Polres Mamuju Utara berpangkat Briptu. Saat dimutasi ke Polres Mamuju Utara, Asep pernah menghadap pada 8 September 2016, kemudian 14 September sudah tidak masuk kantor lagi, jadi sudah 518 hari tidak masuk kerja, itu disersi dan bisa dipecat,” ungkapnya.

Selain itu, Asep juga mengaku sabu yang dibelinya merupakan pesanan seseorang bernama Miming, namun siapa Miming dan orang yang memberikan sabu juga masih dalam pengembangan.

“Kita berharap kasus ini bisa terungkap lebih dalam, makanya saat pertama kali menemukan dan proses penyelidikan kita belum ekspos ke media karena untuk kepentingan penyidikan,” tegasnya.

Sebelum ini, Asep pun pernah tersangkut kasus kriminal, ditangkap Unit Jatanras Polrestabes Makassar dan terindikasi terlibat pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Bahkan, saat ditangkap, Asep tengah pesta sabu dengan teman-temannya.

Sebelumnya Asep hanya divonis setahun barang bukti selain curanmor juga ada sabu setengah kilo dan ekstasi. Kali ini, hukumannya harus lebih berat dan ditambah sepertiga,” tegasnya.

Setelah tertangkap, setibanya di Tarakan dan dilakukan pengembangan dengan menyusuri jalan yang dilewatinya untuk proses pengembangan, Asep pun sempat hendak melarikan diri namun digagalkan setelah kaki sebelah kanannya ditembak aparat BNNP Kaltara.

“Saat disuruh menunjukan tempat di Tarakan, Asep ini bohong dan mau melarikan diri makanya ditembak, padahal kita mau kembangkan ke siapa yang memberikan dia sabunya. Asep dan Sahrul kita kenakan Pasal 114 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 Undang undang No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, ancamannya maksimal 20 tahun penjara hingga seumur hidup,” tutupnya.(arz27)

tags: , , , ,

Related For OKNUM POLISI BERDAGANG SABU