wisata-kaltara

Pejabat Desa Terseret Korupsi, Ini Tanggapan Polda

Thursday, November 29th 2018. | Headline, Tanjung Selor

Dirbinmas Polda Kaltara Kombes Pol Muhammad Yamin Sumitra

TANJUNG SELOR, MK – Adanya beberapa oknum pejabat desa yang terseret dugaan kasus korupsi dalam pengelolaan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) di Kaltara sangat disesalkan oleh aparat penegak hukum, tak terkecuali Polda Kaltara.

Direktur Binmas Polda Kaltara Kombes Pol Muhammad Yamin Sumitra mengatakan berbagai upaya telah dilakukan kepolisian dalam memberikan pengarahan terkait pengelolaan ADD dan DD. Salah satunya melakukan pendampingan dengan mengumpulkan seluruh kepala Desa, Babinkamtibmas, dan Babinsa.

“Kalau dari Dirbinmas sudah berupaya mengumpulkan seluruh kepala Desa, Babinkamtibmas, terus Babinsa untuk saling mengingatkan,” ujarnya kepada Metro Kaltara, Kamis (29/11).

Dengan pendampingan tersebut, pria berpangkat tiga melati ini berharap para pejabat desa bisa menjalankan proram yang dicanangkan sesuai dengan kebutuhan desa masing-masing. Menurutnya, ketika terjadi penyimpangan atau penyelewengan anggaran maka kembali kepada kesadaran masing-masing pejabat desa.

“Kalau memang masih terjadi, itu berarti oknumnya, ada yang nurut setelah dikasih pengarahan oleh yang berwenang, begitu juga dari Polda sudah langsung menghimbau jangan ada penyimpangan, jangan ada korupsi gunakan dana desa untuk kepentingan rakyat untuk kesejatrahan rakyat,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan persoalan yang kerap terjadi dan sering ditemukan dalam penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD)  adalah pelaporan penggunaan ADD dan DD yang tidak sesuai dengan yang dilaksanakan di lapangan. Artinya apa yang dikerjakan di lapangan tidak sesuai dengan Laporan Pertanggungjawaban (LPj).

“Cuman sekarang kasus kasus itu wakaf, kita kan ngga tau kalau wakaf itu, harga semenya misalnya harganya 100 ribu, notanya ditulis 120 ribu. Kita kan tidak bisa mengecek sampai disitu, berbeda dengan Inspektorat,” tambahnya.

Untuk diketahui saat Jajaran Satreskrim Polres Bulungan sedang menyelidiki kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) yakni Desa Binai, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan dan Desa Tengku Dacing, Kabupaten Tana Tidung. Dan baru-baru ini salah satu oknum Pejabat Desa Long Tungu berinisial ES ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi Dana Desa (DD) pengadaan mesin genset. Bahkan kasusnya telah dilimpahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan ke Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Selasa, (27/11) lalu. (ars)

tags: , , ,

Related For Pejabat Desa Terseret Korupsi, Ini Tanggapan Polda