wisata-kaltara

Pendemo Peduli Rupiah Berakhir Ricuh dengan Kepolisian

Monday, September 17th 2018. | Ekonomi & Bisnis, Headline, Hukum & Kriminal, Kaltara, Tarakan

AKSI DEMO MAHASISWA YANG BERAKHIR RICUH DENGAN PIHAK APARAT KEPOLISIAN

TARAKAN, MK– Aksi demo yang dilakukan sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Peduli Rupiah (GEMPAR) Di kantor DPRD Tarakan, pada hari Senin (17/9/2018) menuntut pemerintah segera menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar, Berakhir ricuh, 11 organisasi kemahasiswaan tersebut bentrok dengan aparat kepolisian.
Aksi dorong antara mahasiswa dan aparat kepolisian bermula, Saat mahasiswa meminta  semua peserta aksi masuk ke dalam kantor DPRD, namun pihak keamanan membatasinya, Hal tersebut ditolak oleh mahasiswa, Salah satu mahasiswa naik ke atas cup mobil polisi untuk orasi, Langsung di turunkan paksa oleh aparat kepolisian. Sempat terjadi ketegangan antara mahasiswa dan polisi.
Akibat ricuh para demonstran tumpah ke jalan dan terjadi kejar-kejaran dengan pihak keamanan sehingga mengakibatkan jalanan areal sekitar mengalami kemacetan.
Ketua DPRD Tarakan Salman Aradeng saat dimintai keterangan mengakui tidak mampu berbuat banyak. Dari hasil lobi dengan pihak mahasiswa ia mengizinkan secara keseluruhan untuk masuk ke gedung DPRD Tarakan. Hanya saja dari pihak kepolisan tidak memberikan lampu hijau kepada para demonstran.
“Mahasiswa minta semua massa diperbolehkan masuk ke gedung DPRD Tarakan, tapi dari petugas tidak mengindahkan dengan alasan aturan,” ungkapnya kepada sejumlah awak media.
Salah seorang perwakilan mahasiswa Alif Putra Pratama mengatakan aksi kekerasan yang diterima sejumlah rekanya dari pihak kepolisan tidak mencerminkan sikap sebagaiman seharusnya petugas perlakukan mahasiswa ataupun masyarakat dalam menyampaikan hak aspirasi.
“Seharusnya mereka mengayomi, bukan sebaliknya yang berupaya membubarkan aksi mahasiswa,” katanya.
Alif dengan jumlah massa yang mancapai 100 massa menuturkan niat untuk menduduki gedung DPRD Tarakan hanya sebatas membacakan sejumlah tuntutan. Hanya saja aksi kekerasan dari pihak kepolisian memaksa ia beserta rekan untuk melakukan perlawan dengan alasan posisi terdesak.
“Kami terpaksa melawan karna kami dipukul dan diseret layaknya binatang,” ucapnya.
Ia menjelaskan akibat tindakan kekerasan yang diterima dari pihak kepolisian terdapat rekan mahasiswa yang mengalami luka-luka lebam pada muka, dagu terluka yang diduga akibat dari pukulan pihak kepolisan. Sehingga ia beserta rekan mahasiswa tidak akan tingga diam.
“Kami akan kumpulkan sejumlah bukti dan akan laporkan,” ungkapnya.
Junaidi salah satu korban saat dimintai keterangan mengaku jika perlakuan pihak kepolisian sangat brutal, memaksa mahasiswa mundur meninggalkan gedung DPRD Tarakan. Ia mengaku jika mendapatkan pukulan dan injak dari petugas kemanan.
“Saya diseret masuk ke gedung DPRD, dipukul kepalaku, ditendang pakai sepatu. Sampai muka saya biru dan dagu terluka,” keluhnya.
Hal yang sama di ungkapkan Ikbal, prilaku yang diterima tidak ada bedanya dengan rekan Junaidi sehingga ia mengeluhkan rasa sakit disejumlah tubuhnya akibat pukulan.
“Semua badanku diinjak dan dipukul,” ungkapnya.
Kapolres Tarakan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yudhistira saat dikonfirmasi oleh sejumlah awak media sangat menyesalkan adanya insiden di lapangan pada saat aliansi mahasiswa melakukan aksi tuntutan. Hanya saja ia menilai aksi mahasiswa sudah tidak sesuai dengan prosedur yang ada diantaranya perizinan untuk berdemonstrasi dilakukan secara mendadak.
Sementara dari segi negoisasi ia mengklaim jika sikap mahasiswa tidak sabaran dan emosional sehingga muncul bahasa-bahasa provokatif. Selain itu didapatkan berupa ban bekas dan bensin yang diduga akan melakukan aksi bakar ban di areal gedung DPRD Tarakan.
Dikonfirmasi alasan pihaknya tidak mengabulkan permintaan mahasiswa untuk masuk gedung, ia mengatakan dari pihak kepolisian hanya membolehkan sejumlah perwakilan dan tawaran tersebut ditolak mentah-metah oleh para mahasiswa.
“Keamanan gedung DPRD Tarakan yang menjadi alasan utama petugas, makanya tidak dibolehkan masuk. Di luar gedung saja mereka tidak bisa menahan diri, apalagi didalam gedung bisa-bisa merekan anarkis,”paparnya.
Mengenai tuntutan mahasiwa yang merasa dirugikan akibat kekerasan dari pihak keamanan, ia meniyampaikan agar melapor sesuai dengan prosedur. “Kalau ada yang dirugikan silakan lapor nanti akan diproses sesuai dengan mekanisme,” tutupnya.(arz27)
tags: , , , ,

Related For Pendemo Peduli Rupiah Berakhir Ricuh dengan Kepolisian