wisata-kaltara
Gambar-Gif

Penggunaan Vaksin Meningkat Setelah Fatwa MUI Keluar

Wednesday, September 12th 2018. | Headline, Tarakan

TARAKAN, MK – Dalam program pemberian Vaksin Campak dan Rubella (MR) nampaknya kini sudah mulai meningkat setelah adanya dukungan dari Fatwa MUI yang diakui oleh Kepala Dinas Kesehatan (DInkes) Kota Tarakan.

“Sudah mulai ada kemajuan, beberapa waktu lalu saya ke Puskesmas, sudah meningkat mulai dari yang hanya 4 orang jadi 9 orang perharinya,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan, Subono Samsudi.

Berdasarkan data yang sudah ia kumpulkan, Subono mengaku ada sekitar 25 persen dari sasaran usia 9 tahun hingga 15 tahun yang sudah mendapatkan vaksin virus MR ini.

Setelah ada fatwa MUI, ia berharap sudah ada anggapan positif dari masyarakat bahwa memang vaksin MR ini harus diberikan, dan bisa digunakan dalam keadaan terpaksa.

“Kalau dulu mungkin ada sekolah yang menunda dan menunggu fatwa, kan sekarang sudah ada. Di tingkat Provinsi juga sudah ada dukungan dari MUI Provinsi Kaltara dan pusat juga sudah ada fatwanya, saya harapkan masalah halal dan haram sudah tidak menjadi penghalang karena sudah ada fatwa yang jelas,” bebernya.

Fatwa MUI ini juga, kata Subono sudah disampaikan dan disosialisasikan kepada masyarakat agar tidak ada lagi keraguan bagi masyarakat untuk datang dan memberikan vaksim MR kepada anaknya.

Di Tarakan sendiri, tercatat ada 7 Puskesmas untuk melayani 20 kelurahan yang ada di Tarakan, yaitu Puskesmas Karang Rejo, Puskesmas Sebengkok, Puskesmas Gunung Lingkas, Puskesmas Mamburungan, Puskesmas Pantai Amal, Puskesmas Juata Laut dan Puskesmas Juata Permai.

“Masyarakat jangan ragu lagi, datang saja ke Puskesmas di jam pelayanan untuk memberikan vaksin MR. Terus untuk sekolah juga yang sudah didatangi tapi menolak atau belum didatangi, akan dijadwal ulang dan silakan melaporkan saja ke Puskesmas terdekat, misalnya belum ada pihak puskesmas yang datang untuk mendata,” tutupnya.(arz27)

tags: ,

Related For Penggunaan Vaksin Meningkat Setelah Fatwa MUI Keluar