Polisi: Situasi di Buton Sudah Kondusif

Senin, Juni 10th 2019. | Headline, Hukum & Kriminal, Nasional

Jakarta: Bentrok antarwarga desa di Buton, Sulawesi Tenggara mengakibatkan 87 rumah terbakar, dua warga tewas, delapan orang luka-luka dan 871 orang mengungsi.

Bentrokan antara warga Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo di Sulawesi Tenggara.

Polri memastikan situasi di lapangan saat ini sudah kondusif. Jajaran dari kepolisian dan TNI sudah berkomitmen untuk menjaga situasi di perbatasan antardesa tetap aman.

“Saat ini juga teman-teman dari TNI bersama rekan-rekan Polri sedang melakukan upaya pembersihan di sana, termasuk Pemerintah Daerah juga sudah menyanggupi untuk melakukan upaya-upaya perbaikan dari akibat perusakan tersebut,” ucap Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 10 Juni 2019.

Kepolisian, kata dia, berfokus pada upaya penegakan hukum terkait pelaku kerusuhan. Setelah itu baru mendamaikan kedua desa berseteru yakni Desa Sampoabalo dengan Desa Gunung Jaya.

“Mengedepankan dulu kepastian hukum siapa yang berbuat, itu yg harus dilakukan penindakan. Setelah itu kita akan melakukan rekonsiliasi secara paralel,” ujar Asep.

Dia bilang upaya mendamaikan kedua desa merupakan tugas utama aparat keamanan. Pihaknya perlu memulihkan situasi dan memunculkan rasa kearifan dari warga kedua desa tersebut.

“Memulihkan situasi yang ada kembali pada aspek-aspek yg mendasar atau local wisdom di sana. Kearifan lokal di sana kita harus munculkan lagi supaya mereka kembali pada guyub seperti semula,” ucap Asep.

Sebanyak tiga Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob atau setara 300 personel diturunkan untuk mengamankan perbatasan dua desa di Buton, Sulawesi Tenggara. Ini untuk memastikan tak terjadi bentrok susulan antar warga.

“Dan bantuan dari Dua Satuan Setingkat Pleton (SST) dari Korem (Komando Resort Militer) dan satu SST dari Polres Baubau yang melakukan pengamanan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

Kepolisian juga meningkatkan status keamanan menjadi siaga satu pascainsiden tersebut. Dedi mengimbau masyarakat tak melakukan provokasi penyerangan susulan.

“Semua warga diminta untuk menahan diri,” ucap Dedi.

Konflik antar warga Desa Gunung Jaya dan Sampoabulo itu bermula saat adanya konvoi sepeda motor para pemuda dari Desa Sampaobulo melewati Desa Gunung Jaya pada Selasa, 4 Juni 2019 sekitar pukul 21.00 WIB. (medcom)

tags: , , ,

Related For Polisi: Situasi di Buton Sudah Kondusif