Gambar-Gif

RAMADHAN SEBAGAI MOMENTUM KESADARAN AKAN URGENSI BERZAKAT UNTUK PERMASALAHAN KEMISKINAN

Monday, June 13th 2016. | Citizen Journalism
- wisata-kaltara -

Oleh: Fahmi Syam Hafid B.Irkh (hons)

Pengasuh Pondok Pesantren DDI Tarakan

Mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Indonesia

 

Permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia akhir-akhir ini sudah semakin complex, dan sulit terkendali. Bisa di lihat dari semakin merajalelanya pengangguran, semakin maraknya kejahatan yang disebabkan faktor ekonomi, ditambah dengan kemiskinan yang semakin parah, khususnya ketimpangan pendapatan antara golongan kaya dan miskin. sehingga  semakin memperuncing permasalahan ekonomi kita saat ini yang belum menemukan solusi yang tepat atas penyelesaianya, yang menjadi faktor penyebab adalah terlampau jauhnya jurang pemisah antara pendapatan kaya dan miskin. Sehingga untuk mengatasi permasalahan ini diperlukan instrument alternatif yang diharapkan bisa menjadi solusi terhadap masalah ketimpangan pendapatan dan kemiskinan. Dan ZIS zakat infaq shadaqoh)  salah satu intrumen yang bisa dijadikan solusi. Karena dengan mengoptimalkan potensi ZIS (zakat infaq shadaqoh) dengan menghimpun dana zakat dan menyalurkan dana zakat tersebut tepat sasaran bagi mereka yang membutuhkan.

Fahmi

Fahmi Syam

Secara historis sejarah, khalifah Umar bin abdul aziz telah memberikan sebuah contoh yang sangat baik bagaimana peran distribusi zakat yang baik dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Khalifah umar bin abdul aziz memerintah hanya 22 bulan karena meninggal dunia, akan tetapi pada masa 22 bulan tersebut negara yang dipimpin oleh beliau menjadi makmur, terlihat dari pemerintahan yang bersih, jujur , dan distribusi zakat yang ditangani dengan sangat baik, hingga kala itu dengan negara yang cukup luas hampir sepertiga dunia tidak ada yang berhak menerima zakat karena semua penduduk muslim saat itu sudah menjadi muzakki (pemberi zakat). Dan saat itulah pertama kalinya ada istilah zakat ditransfer ke negera lain karena tidak ada orang yang patut untuk disantuni dan menerima zakat.

Tentu hal tersebut tak mustahil untuk diulang, karena pada dasarnya permasalahan yang sering kita jumpai saat ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya zakat dan dampaknya terhadap penentasan kemiskinan dan permasalahan social lainnya . Karena Kebanyakan sebagian masyarakat pada umumnya hanya mengangap zakat itu hanya merupakan rutinitas tahunan yang hanya dibayarkan sebelum sholad ied dilakukan, yaitu zakat fitri saja. Padahal sesungguhnya zakat itu mememiliki banyak varian (jenis) yang harus kita ketahui, seperti zakat perdagangan, zakat profesi, dan lain-lain.

MASALAH KESENJANGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN

Masalah disparitas (ketimpangan pendapatan) merupakan suatu kondisi tidak meratanya distribusi pendapatan antara golongan kaya dan miskin, sehingga hal ini lah sebenarnya pemicu terjadinya ketimpangan pendapatan yang merupakan awal dari munculnya masalah kemiskinan. Sehingga membiarkan masalah tersebut berlarut-larut akan semakin memperparah keadaan dan tidak jarang dapat menimbulkan konsekuensi negatif terhadap kondisi sosial dan politik.

Masalah lain yang dihadapi oleh negara dan dapat diselesaikan dengan penyaluran zakat yang baik yaitu masalah kemiskinan. Pemahaman mengenai kemiskinan itu sendiri ialah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal biasa untuk dipunyai seperti makanan, pakaian, tempat berlindung dan air minum. Dan inilah yang terkadang kita temukan langsung disekitaran kita, yang mana banyak kita temukan saudara kita yang masih hidup dalam kemiskinan dan kekurangan.

Sehingga atas permasalah-permasalahan itu zakatlah pada hakikatnya yang sangat berperan penting untuk mengantisipasi masalah biar tidak semakin parah, menurut riset IRTI (Islamic Research and Training Institute). Islamic Development Bank menyatakan bahwa potensi ZIS (Zakat Infak Sedekah) Indonesia Sebesar 2% dari produk Domestic Bruto, sehingga potensi zakat pada tahun 2009 lalu mencapai angkat Rp.100 Triliun (IMZ,2011). Dan angka tersebut semakin meningkat disusul dengan giatnya berbagai program sosialisasi akan kesadaran masyarakat untuk bisa selalu berzakat guna bisa membantu sesama yang membutuhkan.

ZAKAT SEBAGAI SOLUSI KETIMPANGAN PENDAPATAN

Permasalahan kemiskinan dan ketimpangan pendapatan yang terjadi merupakan masalah yang sangat serius dan segera harus dicari jalan keluarnya, sehingga hadirnya zakat merupakan salah satu pilar tegaknya ekonomi juga sebagai solusi yang dapat menuntaskan permasalahan ekonomi yang tengah terjadi tersebut, sehingga dapat dikatakan esensi zakat di sini tidak hanya sebatas materi yang hanya dikeluarkan 2.5%, kemudian setelah itu masalah kemiskinan dan ketimpangan menjadi berkurang, tapi lebih jauh lagi, zakat adalah tools (alat) yang menjadi penggerak dalam roda perekonomian, sehingga zakat ekonomi bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan makna zakat yaitu tumbuh dan berkembang.

Zakat sebagai salah satu kewajiban umat islam dapat berperan dalam penanganan masalah kesejahteraan dan ketimpangan pendapatan. Masalah distribusi pendapatan Indonesia dapat ditangani dengan menerapkan pemahaman metode distribusi yang sesuai dengan konsep Islam, karena konsep distribusi pendapatan yang islam ajarkan memuat nilai-nilai insani.

Diantaranya : (1) Kedudukan Manusia berbeda antara satu dan yang lain itu merupakan kehendak Allah SWT. 165. Sebagimana digambarkan didalam al-qur’an surah al’an’am ayat 165 : “Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu Amat cepat siksaan-Nya dan Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Sehingga dapat dipahami bahwa pada hakikatnya Allah telah mengangkat sebagaian dari kita beberapa derajat beberapa tingkat dari yang lain, kekuasaan, dan ketinggian derajat, akan tetapi semua itu tidak lain Allah hanya menguji kita, bagaimana menerima? Bagaimana mempergunakan? Dan bagaimana mensyukuri pemberian tuhan itu? Dan Derajat yang berbeda antara satu manusia dengan manusia yang lain sejatinya sebuah ujian bagi manusia tesebut, adanya satu manusia yang memiliki kelebihan harta dan disisi lain kekurangan harta, agar manusia-manusia itu bisa saling berinteraksi dan berbagi, dimana yang memiliki kelebihan harta wajib mendistribusikan sebagian hartanya kepada pihak yang mengalami kekurangan, agar kesenjangan diantara keduanya tidak terlalu jauh Dan zakat menjadi salah satu sarana menjembatani hal tesebut.

(2) Islam menganjurkan kita untuk selalu menjaga keharmonisan dalam kehidupan sosial dengan selalu membagikan harta zakat, infaq, dan shadaqoh. Hal ini disebabkan agar harta itu tidak hanya bertumpuk pada satu orang atau satu golongan tertentu saja, dengan kata lain harta itu harus berputar tidak hanya pada golongan kaya saja, akan tetapi juga terhadap golongan orang-orang miskin yang membutuhkan. Sehingga, tidak ada golongan yang selalu kaya, sementara kelompok lainnya selalu miskin. (Q.S. Al-Hasyr :7)” …supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang Kaya saja di antara kamu. apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Amat keras hukumannya.”

Jadi, keadilan distributif inilah yang diangap memainkan peran yang sangat penting dalam peningkatan kualitas kehidupan ekonomi, sehingga pendistribusian zakat yang dilakukan selain mengandung nilai religious sebagai bentuk penghambaan kita, tetapi juga mengandung nilai kemanusiaan dan sosial dengan menyadari bahwa pada harta yang dimiliki terdapat hak fakir miskin yang membutuhkan.

Dan Setidaknya terdapat beberapa penelitian yang telah dilakukan peneliti berkaitan potensi zakat untuk membantu penentasan kemiskinan, salah satunya adalah disertasi doktor yang ditulis patmawati (2006) tentang “Economic role of zakat in reducing income inequality and poverty in Selangor” menunjukkan bahwa zakat telah berhasil mengurangi tingkat kemiskinan dalam berbagai aspeknya, tingkat kemiskinan berkurang dari 62 persen menjadi 47 persen dari total penduduk fakir dan miskin yang menjadi mustahik zakat. Kemudian disusul oleh penelitian yang dilakukan oleh Irfan syauki beik tahun 2010, menunjukkan bahwa dana zakat yang telah disalurkan untuk daerah Jakarta dan sekitarnya ternyata mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga mustahik rata-rata 9,82 persen.  Penelitian yang dilakukan menunjukan data empiris yang signifikan untuk daerah tersebut bagaimana zakat mampu memperbaiki taraf kehidupan mustahik, Sehingga jumlah kemiskinan mustahik dapat dikurangi sebesar 16,80 persen.

KESIMPULAN

Dari beberapa uraian diatas, dapat dilihat bahwa peran distribusi zakat yang tepat dapat menumbuhkan etos kerja, dan merubah taraf kehidupan seseorang, dengan demikian mari selalu menanamkan gerakan sadar zakat dalam diri pribadi kita, karena pada dasarnya ini merupakan gerakan yang menciptakan etos kerja yang baik yang memberi kesejahteraan dan kemakmuran yang merata bagi semua kalangan.

Dan zakat merupakan instrument ekonomi yang diperuntukan sebagai pengurang kesenjangan ekonomi yang terjadi di masyarakat. Secara khusus zakat dalam pendistribusiannnya diutamakan kepada mereka yang serba kekurangan didalam harta. Selain memiliki aspek muamalah, yaitu adanya hubungan sosial antar sesama manusia, zakat memiliki pula aspek ibadah yang merupakan proses penghambaan diri kepada sang Khaliq Allah SWT. Karena zakat adalah bentuk ibadah kepada Allah yang merupakan cara pensucian terhadap harta kekayaan seseorang di hadapan Allah SWT.

Sehingga salah satu solusi efektif untuk membangun umat dalam arti mengentaskan kemiskinan dengan memberdayakan zakat sebagai salah satu potensi umat islam yang harus dikembangkan secara maksimal baik itu zakat fitrah maupun zakat mal. Dengan  hadirnya lembaga zakat yang menghimpun ZIS (zakat Infaq dan sedekah) merupakan salah satu yang sangat berperan dalam pendistribusian pendapatan dari kelompok agniyah (orang yang memiliki kelebihan harta) kepada kelompok yang mengalami kekurangan harta. Dan marilah jadikan momentum bulan Ramadhan yang suci ini sebagai ajang intropeksi diri, sejauh mana kita sudah berbuat untuk orang lain, dan sejauh mana pemahaman kita tentang konsep berzakat dalam islam.

tags:

Related For RAMADHAN SEBAGAI MOMENTUM KESADARAN AKAN URGENSI BERZAKAT UNTUK PERMASALAHAN KEMISKINAN