wisata-kaltara

Rekontruksi Kasus Pembuangan Bayi di Sungai Bengawan Memperagakan 18 Adegan

Friday, January 12th 2018. | Headline, Tarakan

Tampak tersangka IR (kanan) didampingi polwan Polres Tarakan usai melakukan rekontruksi kasus pembunuhan bayi di Sungai Bengawan, Jumat (12/01)

Tarakan, MK – Polres Tarakan menggelar rekontruksi kasus pembuangan bayi di Jembatan Sungai Bengawan, Kelurahan Juwata, Jumat (12/01). Dengan ditutupi wajahnya masker, IR tersangka pembuangan bayi pada 2 Desember lalu yang sempat menghebohkan warga memperagakan 18 adegan.

Selain IR, Polres Tarakan juga menghadirkan AR, ayah kandung bayi dan tersangka ketiga EF alias B turut serta dalam reka adegan yang digelar di halaman belakang Mako Polres Tarakan. Dari 18 adegan ini hanya di adegan ke enam EF alias B yang merupakan penjual jamu ikut serta, dimana IR dan AR mendatanginya dan membeli jamu untuk menggugurkan kandungan.

Setelah membeli jamu terhadap EF, IR langsung meminum jamu tersebut hingga membuat IR sakit perut dan mengeluarkan janinnya di adegan ke 9. Janin bayi yang berusia 4 bulan dan berjenis kelamin perempuan ini kemudian ditutupi IR menggunakan kain dan ditaruh didalam keranjang pakaian warna biru. Selanjutnya, di adegan ke 13 AR datang setelah dihubungi IR via telepon selulernya.

“Di adegan ke 16, IR dan AR menuju ke Jembatan Sungai Bengawan yang ada di Kelurahan Juata Kerikil. IR menunggu di motor dan AR yang membuang janinnya. Baru terakhir di adegan ke 18, saksi pertama dan kedua datang dan menemukan bayi. Saksi ini melihat bayi di pinggir sungai saat sedang dalam perjalanan pulang sekolah,” ujar Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Paur Subbag Humas Ipda Deny Mardiyanto kepada Metro Kaltara, Jumat (12/01)

“Sebenarnya IR ini tidak tega dengan kondisi bayinya, makanya saat bayinya di bungkus IR tidak melihat dan membelakangi pacarnya,” sambungnya.

Dalam reka adekan ini, IR pun tampak tidak bisa menyembunyikan kesedihannya, berkali-kali ia menyeka air matanya, bahkan saat awak media hendak mengambil gambar pun IR berusaha menghindar dan memeluk penyidik wanita dari Unit Perempuan dan Anak.

“Rekontruksi ini kita lakukan untuk memperjelas tindak pidana yang dilakukan seseorang, guna pemberkasan Berita Acara Penyidikan (BAP) yang dilakukan penyidik,” tutur Ipda Deny.

Sementara, dari Jaksa Penuntut Umum dihadiri oleh Junaidi. “Kehadiran Jaksa ini untuk menyaksikan proses rekontruksi dan untuk mengikuti perkembangan penyidikan,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Unit

Diberitakan sebelumnya, Jatanras Satreskrim Polres Tarakan akhirnya berhasil mengungkap IR dan AR, dua pelaku pembuang bayi di Sungai Bengawan, pada 2 Desember lalu. Keduanya, ditangkap di salah satu penginapan di Bulungan, 9 Desember lalu. Selain itu, polisi juga menetapkan EF alias B sebagai tersangka karena menjual obat khusus untuk menggugurkan kandungan yang merupakan obat ilegal kepada IR dan AR. (ars)

tags: , ,

Related For Rekontruksi Kasus Pembuangan Bayi di Sungai Bengawan Memperagakan 18 Adegan