Gambar-Gif

Revitalisasi Pasar Tradisional di Kota Tarakan

Monday, March 6th 2017. | Opini
- wisata-kaltara -

Revitalisasi Pasar Tradisional di Kota Tarakan

oleh: Muhamad Nour

Ada 3 pasar tradisional yang ada di kota Tarakan, Gusher, Tenguyun dan Beringin serta dua pasar kecil yaitu di Kampung Bugis dan pasar mingguan, pasar Dayak. Pemerintah Kota Tarakan juga berencana membangun 2 lagi pasar tradisional, yaitu di Mamburungan Timur Tarakan Timur dan Juata Kerikil Tarakan Utara.

 
Meskipun memiliki karakteristik tersendiri, ke 3 pasar ini, masih dianggap kotor, kumuh, becek, lorong yang sempit dan semerawut. Belum lagi bicara soal sanitasi dan higenis lingkungan pasar yang buruk, pemantauan kesehatan pangan dan kejujuran timbangan serta manajemen pasar yang hampir tak ada. Salah satu contoh, pasar Gusher di jalan Gajah Mada, sering tercium bau yang tak sedap dan pemandangan yang mengerikan dari sudut pandang kesehatan lingkungan, karena kotoran ayam, ikan, dan sampah yang dibuang sembarangan baik dibagian luar maupun didalam lapak ikan dan daging. Padahal pasar tersebut berada persis disamping Taman Hutan Mangrove yang menjadi destinasi wisata andalan Kota Tarakan. Pemandangan dan kondisi yang sama terjadi dipasar Tenguyun dan Beringin.

Langkah Revitalisasi Pasar Tradisional

Revitalisasi pasar tradisional ke pasar modern seharusnya tidak hanya semata-mata diukur dengan pembangunan infrastruktur pasar, namun lebih pada meleburkan prinsip manajemen modern pada pasar tradisional. Fokus perhatiannya mesti pada perubahan mindset penjual dan mental pengelola pasar yang pada akhirnya menarik pembeli dan menstimulasi pertumbuhan ekonomi lokal.

Lingkungan pasar yang kumuh, kotor dan becek mesti direspon dengan pengadaan petugas kebersihan yang selalu siaga dan hadir, pengelolaan sampah pasar yang satu atap, dan penyediaan tempat sampah oleh masing-masing penjual. Lorong pasar yang sempit, salah satunya akibat penjual menambah sendiri lapak barang dagangan, sehingga mengambil alih lorong jalan pasar yang harusnya tempat lalu lalang pembeli.

Penempatan papan informasi kluster dagangan tentu akan mempermudah pencarian produk. Pengelola harus bekerjasama dengan pemangku kepentingan terkait misalnya Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Balai kesehatan pangan dimana instansi tersebut berkolaborasi mengatasi masalah kesehatan pangan, higenis dan sanitasi pasar, serta kejujuran timbangan. Salah satu contoh, untuk memastikan berat timbangan tepat, dinas dapat meletakkan timbangan resmi terverifikasi diluar pasar agar para pembeli bisa mengecek timbangan belanjaan mereka sendiri, dengan demikian tercipta imej, penjual dipasar tersebut, timbangannya jujur. Hal kecil, namun berdampak besar.

Salah satu pasar tradisional berkonsep modern ada di Tangerang Selatan, Pasar Modern BSD, menjadi referensi utama percontohan pasar modern di Indonesia bahkan internasional. Pasar ini dikelilingi oleh 6 pusat perbelanjaan mal besar, namun, orang-orang segala usia banyak memilih belanja di pasar tradisional berkonsep modern ini karena bersih, lengkap, murah dan nyaman. Dipasar ini, petugas kebersihan selalu ada dan memantau kebersihan lantai setiap saat, persis di pusat perbelanjaan modern. Ada juga petugas keamanan yang berjaga dan petugas sampah yang berkeliling mengambil sampah serta memilah sampah organik dan non organik di belakang pasar. Pedagang ayam disediakan tempat khusus semacam rumah potong ayam yang berada diluar pasar, sehingga ayam yang didalam pasar adalah daging ayam bersih.

Penjual daging halal dan non halal pun dipisahkan, kluster produk pasar dipisahkan menurut jenisnya, sehingga mudah mencari barang. Tidak ada penjual yang boleh menambah display selain lapak yang sudah ditentukan. Yang mengagumkan, pengelola pasar mampu memelihara standar kebersihan dan kerapian pasar sejak pertama kali dibangun tahun 2004, hampir 13 tahun lalu.

Yang perlu dilakukan sekarang oleh pemerintah Kota Tarakan, dalam jangka pendek adalah membuat rencana taktis mereplikasi prinsip-prinsip manajemen modern pada pasar tradisional. Langkah awal adalah mengajak seluruh stakeholder seperti penjual, pemilik lapak/ruko, pengelola, perparkiran, dinas pemerintah terkait, dan masyarakat yang tinggal disekeliling pasar, untuk mendiskusikan rencana pengembangan pasar modern di Kota Tarakan. Selanjutnya, dibangun standar pengelolaan pasar yang menyangkut standar kebersihan, sanitasi dan higenis lingkungan standar keamanan, pengelolaam sampah, pembuatan kluster produk pasar beserta papan informasinya, menata pedagang ayam, tak kalah pentingnya, mengembalikan fungsi lorong pasar dan memberi kesadaran bagi penjual agar tak menambah lapak dagangan. Untuk melakukan ini, diperlukan serangkaian kegiatan sosialisasi, pertemuan lintas kepentingan untuk merumuskan dan mengidentifikasi solusi serta terakhir, melaksanakan program aksi. **

 

tags: , ,

Related For Revitalisasi Pasar Tradisional di Kota Tarakan