wisata-kaltara

Tol Laut, Kaltara Masuk Trayek T-8

Monday, September 4th 2017. | Ekonomi & Bisnis, Headline, Kaltara

Gubernur Provinsi Kalimantan Utara DR H Irianto Lambrie

JAKARTA, MK – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) pada tahun ini telah menelurkan kebijakan pembangunan transportasi laut regional Kalimantan sebagai bagian dari program pembangunan Tol Laut Indonesia. Dikatakan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, berdasarkan informasi Kemenhub, program ini dalam manifestasinya berbentuk penyelenggaraan angkutan barang di laut (Tol Laut) dibarengi program Rumah Kita di wilayah Pulau Kalimantan. “Dalam penyelenggaraan angkutan barang di laut atau Tol Laut dan program Rumah Kita, Kemenhub menetapkan 19 lokasi. Salah satunya, di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan yang berada di bawah tanggung jawab PT Pelindo IV,” kata Gubernur, baru-baru ini.

Untuk Tol Laut dan program Rumah Kita ini, rute yang melalui perairan Kaltara atau dibawah tanggung jawab PT Pelindo IV, yakni Nabire, Tobelo, Sebatik, Tidore, dan Sangatta atau Lhoktuan. “Kepada penanggung jawab rute tersebut, utamanya untuk realisasi program Rumah Kita, Kemenhub mewajibkan disiapkan rencana kerja dan fasilitas yang dibutuhkan untuk program ‘Rumah Kita’ atau sentra logistik, dan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah serta stakeholders terkait dengan kebutuhan barang dan pendistribusian barang di wilayah sekitar lokasi ‘Rumah Kita’ atau sentra logistik,” jelas Irianto.

Pada Tol Laut, rute yang melalui Pulau Sebatik, Nunukan berada pada kode trayek T-8 dengan jaringan trayeknya, yakni Tanjung Perak-Belang Belang-Sangatta-Pulau Sebatik-Tanjung Perak. Jarak total trayek tersebut, 1.880 mil dengan ukuran dan tipe kapal 500 Deadweight Tonnage (DWT) atau 400 ton. Perusahaan angkutan laut swasta akan melayani 7 trayek Tol Laut, termasuk T-8. Diinformasikan Kemenhub, untuk trayek T-8 perusahaan angkutannya, ialah PT Luas Line. Disebutkan juga, mulai tahun ini jumlah Pelabuhan Singgah untuk pelaksanaan penyelenggaraan kewajiban pelayan publik untuk angkutan barang di laut sebanyak 41 pelabuhan. “Untuk lama tempuh sekitar 16 hari, dan target frekuensi pelayaran mulai 31 Desember 2017 sekitar 22 kali,” paparnya.

Kabar gembira lainnya, diungkapkan Irianto, Kemenhub mendukung persiapan infrastruktur fasilitas pelabuhan laut guna menunjang trayek T-8 di wilayah Kalimantan, utamanya Pelabuhan Sangatta, Kalimantan Timur (Kaltim) dan Pelabuhan Sei Nyamuk, Pulau Sebatik, Nunukan di Kaltara. Berdasarkan rencana Kemenhub, pada tahun anggaran 2017 dilakukan kegiatan rehabilitasi dermaga pontoon. Meliputi, pembangunan dermaga 53,5 x 6 meter persegi, pekerjaan penerangan dengan solar cell 2 unit, pengadaan dan pemasangan bollard 25 T 3 unit, pengadaan dan pemasangan fender, pekerjaan gapura, dan pekerjaan pengerasan dan draniase. Anggaran totalnya, sekitar Rp 11,4 miliar.

Selain program Tol Laut dan Rumah Kita, Kemenhub juga meningkatkan aktivitas perhubungan laut untuk trayek perintis dan kapal Pelni di Kaltara.  Gubernur mengatakan, untuk trayek perintis ini, pangkalannya menggunakan Pelabuhan Malundung Tarakan. Rutenya, Tarakan-Toli Toli-Leok-Paleleh-Kwandang (PP) dengan jarak tempuh sekitar 930 mil dan lama pelayaran keseluruhan 11 hari. Frekuensi pelayarannya 33 voyage dengan ukuran kapal 750 DWT (kapal utama coaster) yang dioperatori oleh perusahaan pelayaran sawsta. “Informasinya, rute perintis ini akan menggunakan kapal baru yang ditarget penyelesaiannya pada Desember 2017,” urainya.

Sementara untuk Public Service Obligation (PSO) Kapal Pelni, Kemenhub menyediakan dua kapal, yakni KM Bukit Siguntang yang berpangkalan di Makassar, Sulawesi Selatan dan KM Lambelu, berpangkalan di Bau-Bau, Sulawesi Tenggara. Adapun rute KM Bukit Siguntang, yakni Makassar-Pare Pare-Balikpapan-Tarakan-Nunukan-Balikpapan-Pare Pare-Makassar-Maumere-Lewoleba-Kupang-Lewoleba-Maumere-Makassar-Pare Pare-Balikpapan-Tarakan-Nunukan-Balikpapan-Pare Pare-Makassar. Rute ini memiliki jarak tempuh keseluruhan 4.260 mil dengan lama pelayaran 14 hari, dan frekuensi pelayaran 23 voyage.

Untuk KM Lambelu, rute yang dilayari yakni Bau Bau-Makassar-Pare Pare-Balikpapan-Pantoloan-Tarakan-Nunukan-Balikpapan-Pare Pare-Makassar-Maumere-Larantuka-Maumere-Makassar-Pare Pare-Balikpapan-Tarakan-Nunukan-Toli Toli-Balikpapan-Pare Pare-Makassar-Bau Bau. Jarak tempuh keseluruhan 4.784 mil, lama pelayaran 14 hari, dan frekuensi pelayaran 23 voyage.(humas)

tags: , , ,

Related For Tol Laut, Kaltara Masuk Trayek T-8