wisata-kaltara

WARGA TARAKAN SERAHKAN IKAN BERBAHAYA KE BALAI KARANTINA

Thursday, July 5th 2018. | Headline, Hukum & Kriminal, Kaltara, Tarakan

PENYERAHAN IKAN ARAPAIMA KE BALAI KARANTINA

TARAKAN, MK – Dengan adanya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Republik Indonesia Nomor : 41/Permen-KP/2014 tentang Larangan pemasukan jenis ikan berbahaya dari dan luar negeri kedalam wilayah Negara Republik Indonesia memang sudah lama dikeluarkan.

Namun, ternyata masih banyak masyarakat yang belum mengetahui, hingga munculnya komentar salah satu warga yang memelihara ikan berbahaya asal Sungai Amazon, jenis Arapaima beberapa waktu lalu di Surabaya.

Akhirnya Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengeluarkan intruksi untuk masyarakat yang memelihara ikan berbahaya, segera menyerahkan ke Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Ikan (BKIPM) didaerah masing-masing, mulai tanggal 1 hingga 31 Juli.

Pada hari Rabu (4/7) kemarin, salah satu warga Tarakan, Agus Yulianto menyerahkan dua ekor ikan jenis Arapaima ke kantor BKIPM, di Jalan Mulawarman.

“Ada peraturan dari Menteri Perikanan dan Kelautan untuk menyerahkan ikan predator kepada Balai Karantina Perikanan. Jadi, saya mentaati saja peraturan yang sudah diterbitkan oleh Kementrian,” ujarnya, ditemui usai menyerahkan ikan jenis Arapaima peliharaannya.

Ia mengaku, mendapatkan ikan jenis Arapaima ini dari Pulau Jawa untuk dipelihara sendiri. Diakuinya juga, ada komunitas yang memang berkumpul untuk memelihara ikan predator, namun ia mengatakan baru mengetahui adanya larangan dari memelihara ikan jenis tersebut.

“Saya pelihara juga belum ada setahun, dulu saya dikasih saja sih. Tapi, kalau dijual untuk ikan kecilnya harga dikisaran Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu,” ungkapnya.

Ikan dipeliharanya didalam aquarium dirumahnya ini, biasanya diberi makan udang dan ikan kecil. Inipun baru pertama kali ia memelihara ikan jenis Arapaima. “Ya, saya langsung datang karena inisiatif sendiri untuk menyerahkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala BKIPM Tarakan, Umar menuturkan penyerahan ikan dengan kategori predator ini serentak dilakukan diseluruh Indonesia. Terungkapnya pelepasan ikan jenis Arapaima dengan ukuran yang cukup besar di Surabaya ini, menurutnya memang sangat berbahaya dan dapat merusak ekosistem yang ada.

“Kalau sampai lepas di sungai dan mulai berkembang, maka habislah kita punya perairan, khususnya air tawar di Indonesia,” ungkapnya.

Ia menambahkan, di Indonesia cukup banyak memiliki sungai air tawar sehingga dikeluarkan Peraturan Menteri tentang larangan ikan berbahaya masuk ke Indonesia. Untuk diketahui, ikan predator ini ada sekitar 152 jenis, namun yang terbanyak masuk ke Indonesia adalah jenis piranha, Aligator dan Arapaima, karena memiliki corak yang bagus dan ada nilai seni.

Meski, ia mengakui sebenarnya ikan jenis predator ini jika masih dalam ukuran kecil tidak berbahaya, namun jika dibiarkan hidup dan berkembang biak, bahkan ikan predator jenis piranha yang berukuran kecil saja bisa menghabiskan satu ekor kerbau dalam waktu beberapa menit.

“Sama saja ikan Arapaima ini bisa menghabiskan ekosistem yang ada dengan rakusnya. Makanya, kita di Tarakan ini juga berharap masyarakat bisa menyerahkan ke kami. Memang ikan ini bagi pecinta ikan hias punya nilai seni, tetapi harapan kita sampai tanggal 31 masyarakat sudah menyerahkan ke kami,” tegasnya.

Karena, sambung Umar,jika tidak sudah ada aturannya sesuai Undang undang No. 31 menyebutkan bahwa kalau sengaja melepaskan dan merusak ekosistem, hukuman penjara 10 tahun dan denda kurang lebih Rp 2 miliar. Dan jika sengaja membudidayakan bisa terancam kurungan 6 tahun dan denda maksimal Rp 1,6 miliar.

“Ikan ini sangat cepat berkembang, jadi bisa saja masyarakat yang sudah tidak bisa memenuhi kebutuhan makannya jadi dilepas ke alam bebas, sungai air tawar. Makanya, setelah kita menerima ini mungkin akan kita musnahkan, atau kita serahkan ke Balai yang mengelola konservasi kehutanan BKSDA untuk memproses lebih lanjut,” tandasnya.

Bisa juga nantinya ikan ini akan dimasukkan dalam koleksi nasional seperti di Galeri yang ada di Kementrian Perikanan, namun tetap dalam pengawasan. “Tapi, kemungkinan besar dimusnahkan. Karena, pasti jalur masuknya melalui tempat yang tidak resmi, kan kalau lewat Bandara pasti tidak lepas dari pengawasan kita,” tuturnya. (arz27/humas)

tags:

Related For WARGA TARAKAN SERAHKAN IKAN BERBAHAYA KE BALAI KARANTINA