AL Nunukan Amankan Sabu Senilai 2.5 Milyar

by Metro Kaltara

AL Nunukan Amankan Sabu

*Satu Tersangka Melarikan Diri

Nunukan, metrokaltara.com – Satuan TNI Angkatan Laut Nunukan, Kalimantan Utara berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu seberat 1.5 kilogram asal Malaysia, dari ke empat  tersangka, satu orang berhasil melarikan diri dengan melompat ke rawa-rawa yang masuk ke wilayah Malaysia.

Sabu-sabu seberat 1.5 kilogran atau senilai 2.5 miliar berhasil diamankan pada saat melakukan operasi atau patroli rutin diperbatasan perairan Indonesia – Malaysia, pangkalan TNI Angkatan Laut berhasil mendapatkan sebuah perahu yang masuk ke wilayah Nunukan secara illegal.

Mendapati hal tersebut TNI Angkatan Laut yang melakukan patroli rutin langsung menghampiri perahu dan melakukan pemeriksaan terhadap motoris dan penumpangnya, Setelah melakukan penggeladahan atas barang bawaan mereka, ditemukan dua bungkus barang yang mencurigakan yang dibungkus dengan plastik bening berukuran sedang,  setelah dikeluarkan barang tersebut diketahui itu adalah narkotika jenis sabu-sabu.

Bersamaan kejadian tersebut tiba-tiba salah satu dari mereka langsung melarikan diri dengan cara melompat ke rawa-rawa yang banyak ditumbuhi pohon bakau sehingga tembakan peringatan dikeluarkan oleh aparat sebanyak 3 kali, namun tersangka tetap melarikan diri dengan masuk ke wilayah Malaysia.

Namun safar bin mallibu selaku motoris dan 2 penumpang yang diduga penumpang ilegal diantaranya wahyudi bin baharuddin serta jumain bin baco, langsung diamankan dan dibawa ke Mako Lanal Nunukan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari tangan tersangka ditemukan barang bukti lain berupa 2 buah hp merk nokia, 1 buah badik, uang tunai Rp.702.000 dan uang Malaysia 50 ringgit,  serta sabu-sabu seberat 1.5 kilogram atau setara 2.5 miliar rupiah.

Danlanal Nunukan, Letkol Laut Imam Hidayat mengatakan untuk sementara tersangka utamanya masih dalam pengejaran karena pada saat akan ditangkap berhasil melarikan diri ke hutan bakau yang penuh lumpur sedangkan wilayah tempat melarikan diri sudah masuk dalam kawasan wilayah Malaysia sehingga untuk melakukan pengejaran lebih jauh sangat sulit karena wilayah itu bukan lagi wilayah Indonesia.

 .

.

.

Reporter: Muhammad Syawal

Editor: Muhammad Reza R

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.