Pilkada 2020 Menguntungkan Petahana

by Redaksi Kaltara

Jakarta – Petahana dinilai akan diuntungkan bila pemilihan kepala daerah (Pilkada) digelar pada Desember 2020. Mereka dapat melakukan kampanye terselubung melalui program sosial dalam penanganan virus korona (covid-19).

“Dia (petahana) bisa tampil dengan baik atau pura-pura baik di hadapan masyarakat dengan bantuan sosial. Petahana yang sangat diuntungkan,” ujar Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan dalam diskusi virtual, Minggu, 17 Mei 2020.

Menurut Djayadi, lawan petahana tidak berpulang melakukan kampanye terselubung di tengah pandemi covid-19. Masyarakat justru akan menganggap yang bersangkutan tidak mendukung penanganan virus korona.

“Sosialisasi (kampanye) mohon doa restu, saya mau maju pilkada. Itu akan digebukin masyarakat. (Pemerintah) itu sibuk ngurusin nyawa (rakyatnya) mereka malah sosialisasi kampanye,” tuturnya.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan.

Djayadi menilai kekuatan petahana akan sedikit menurun bila pilkada digelar pada 2021. Sebab, mereka sudah tak bisa lagi tampil sebagai pemimpin di masa krisis.

Pilkada Serentak 2020 akan digelar di 270 daerah. Meliputi sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Pemungutan suara Pilkada 2020 awalnya akan digelar pada September 2020. Namun, Presiden Joko Widodo lewat Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2020 menggesernya hingga Desember 2020 akibat pandemi covid-19.

Perppu tersebut juga mengatur jika pemungutan suara tidak bisa dilaksanakan pada Desember 2020, pelaksanaan dijadwalkan kembali setelah bencana non-alam covid-19 berakhir. (medcom)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.