PUTUS CINTA, PELAJAR SMA GANTUNG DIRI

by Setiadi
Wanita gantung diri. (Int)

Wanita gantung diri. (Int)

DIDUGA karena putus cinta, pelajar SMA 7, Mayang Sari (16) nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamar rumahnya, kawasan Purnama, Kota Pontianak, Senin (23/11). Mayang ditemukan pertama kali oleh kakak dan ayahnya, ketika hendak membangunkan korban untuk sekolah.

Seperti biasa, sekira pukul 05.30 WIB, kakak korban, Ima (28) ‎bermaksud membangunkan korban untuk bersiap pergi sekolah. Namun saat mengetuk pintu, ternyata tidak ada jawaban dari adiknya dan pintu pun dalam keadaan terkunci. Merasa curiga dan khawatir ia memanggil ayahnya. Ayahnya lantas mendobrak kamar korban.

Sungguh mengejutkan, ketika pintu kamar terbuka ia menemukan anaknya yang sudah dalam keadaan kaku, ‎tergantung pada  seutas tali tambang yang diikat diventilasi jendela kamar. Ayah korban lantas bergegas melapor kejadian ini ke pihak kepolisian.

Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Kartyana mengatakan pihaknya bergerak cepat ke lokasi setelah mendapat informasi tersebut. Mereka langsung melakukan olah TKP di tempat kejadian perkara.

“Sampai ditempat kejadian kami langsung membawa korban ke Dokkes, untuk dilakukan visum‎,” ungkap petugas kepolisian saat melakukan olah TKP di rumah korban.

Dari kamar korban, pihaknya mengamankan secarik kertas yang bertuliskan wasiat atau pesan-pesan dari korban untuk orang tuanya dan tentang kisah asmara korban. “Surat yang kita temukan, isinya korban meminta maaf kepada orang tuanya. Selain itu isi suratnya, menceritakan permasalahan asmara korban,” bebernya.

Untuk sementara ini, hasil visum tidak ditemukan luka maupun tanda-tanda kekerasan. Pihaknya masih mendalami penyebab kematian korban, namun dugaan sementara murni merupakan bunuh diri. “Karena tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad korban,” ucapnya.

Kabar kematian Mayang membuat sahabat sekaligus teman sekelas korban, Lutvia, menangis histeris‎. Lutvia tak percaya mendengar kabar sahabatnya meninggal dengan cara tidak wajar.

“Saya tidak nyangka, padahal hari Sabtu kami masih ketemu dan tidak ada yang mencurigakan. Sikapnya biasa saja, karena dia orangnya ceria,” kenangnya sambil menangis.

Begitu juga wali kelas korban di kelas 11 jurusan Mipa, ‎yang terkejut mendengar kabar korban meninggal dunia. Menurutnya tidak ada tanda-tanda kalau korban sampai nekad mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu. (Lyn/sti)

Related Articles

1 comment

ririn November 26, 2015 - 7:52 pm

terlalu naif di tinggal pacar gantung diri

Reply

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.