RSUD Laporkan Hoax Rapid Test Gratis?

by Redaksi Kaltara

Tarakan, MK – Adanya pemilik akun Facebook (FB) berinisial AYO yang diduga menyampaikan informasi bohong atau hoax tentang rapid test gratis di RSUD Kota Tarakan mendapat perhatian serius.

Bahkan, Direktur Utama RSUD Kota Tarakan dr. Muhammad Hasbi siap mendiskusikan persoalan ini dengan managemen rumah sakit apakah akan dilaporkan kepada kepolisian atau tidak.

“Ya kami mau mendiskusikan hal ini secara internal. Terutama mengkaji informasi palsu ini. Apalagi soal Undang-Undang ITE saya juga belum mengerti banyak,” ujarnya kepada Metrokaltara.com, Selasa (09/06).

Termasuk membedah informasi palsu akun AYO masuk dalam delik laporan atau pihak kepolisian bisa langsung melakukan investigasi. “Jelas inikan informasi sesat, apakah kami harus mengadu dulu atau aparat yang berwajin bisa langsung menyidik,” jelasnya.

Sementara dalam maklumat Kapolda Kalimantan Utara yang disampaikan melalui baliho-baliho di beberapa daerah, salah satunya dihimbau kepada lapisan masyarakat agar tidak menyebarkan berita bohong (hoax) terkait mewabahnya virus corona. Dapat diancam pidana 6 tahun penjara dan denda 50 Miliar Rupiah sesuai Pasal 28 UU Nomor 9 Tahun 2016 tentang ITE.

Diperkuat dengan Perppu Nomor 1 Tahun 2020 yang menjelaskan barangsiapa menyebarkan hoax dan fitnah terhadap kebijakan pemerintah terkait penanganan Covid-19 dapat dipidanakan. (MK*1)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: