DI VONIS 19 TAHUN, GUNTUR PIKIR-PIKIR

by Muhammad Reza
GUNTUR

Terdakwa Guntur saat mendengarkan putusan Hakim di Ruang Sidang Pengadiklan Negeri Tanjung Selor

BULUNGAN, MK ā€“ Sidang kepemilikan sabu 5 (lima) kilogram yang dipimpin Majelis hakim Ahmad Uhayat sebagai Hakim Ketua, serta Sandy Muhammad Alayubi dan Indra Cahyadi sebagai Hakim Anggota,Ā  menjatuhkan vonis 19 tahun penjara serta denda 2 miliar rupiah subsider 1 tahun penjara atas terdakwa Guntur, yang di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Selor, Senin (22/8).

Setelah mendengar putusan tersebut, diwakili penasehat hukum, wilmar sangala , guntur menyatakan akan pikir-pikir selama 7 hari kedepan mengenai upaya hukum selanjutnya. sementara tim Jaksa Penuntut Umum ā€“JPU- pun menyatakan sikap demikian ketika ditanya tanggapannya oleh ketua majelis hakim.

ā€œKarena undang-undang memberikan kesempatan pikir-pikir, kita gunakanlahā€ ujar wilmar.

Salah satu JPU, Yuki Rahmawati mengaku, pihaknya masih akan pikir-pikir karena masih mempelajari putusan tersebut. ia juga mengaku kemungkinan untuk melakukan banding ada. karena putusan tidak seusai dengan tuntutan yang dilayangkan jaksa.

ā€œkita sudah menetukan sikap tadi, kita pikir-pikir. lapor juga ke pimpinan dulu, tunggu petunjuk selanjutnya dari pimpinan, kemungkinan kita banding, karena kita kan tuntutan pasal 114 ayat 2 tapi putusan nya pasal 112 ayat 2 jadi belum sesuai dengan tuntutan kamiā€ jelasnya.

sementara ketua majelis hakim Ahmad Ukhayat menegaskan, jika putusan yang diambil sudah melalui berbagai pertimbangan.

ā€œTerdakwa yang kooperatif selama persidangan, terdakwa mengakui perbuatannya dan menyesali hal tersebut, dan terdakwa sebelumnya tidak pernah tersangkut kasus hukum. hal-hal seperti itu jadi pertimbangan kitaā€ungkap Uhayat.

selanjutnya majelis hakim akan menunggu hingga 7 hari kedepan terhitung mulai hari ini.

ā€œUntuk inkrah, kita tunggu 7 hari kedepan tanggapan kedua pihakā€ tutupnya.(DC/Rz)

 

.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: