Bapenda Bulungan Gandeng Kreator dan Jurnalis Sosialisasikan Pembayaran Nontunai

by Redaksi Kaltara

TANJUNG SELOR , MK – Pemkab Bulungan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) sebagai leading sektor Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), berbagai inovasi dilakukan untuk meningkatkan literasi keuangan digital. Salah satunya melalui lomba konten kreator dan karya jurnalistik bertema pembayaran nontunai.

Kepala Bapenda Bulungan, H Zulkifli Salim, menyampaikan bahwa lomba tersebut menjadi strategi untuk memperluas jangkauan informasi, khususnya kepada generasi milenial dan Gen Z.

“Melalui konten kreator dan peran jurnalis, pesan tentang kemudahan serta manfaat pembayaran non tunai bisa sampai kepada masyarakat luas,” kata Zulkifli kepada awak media saat rapat terbatas dewan juri, Rabu (1/4).

Menurutnya, gerakan pembayaran non tunai tidak boleh berhenti pada lingkungan pemerintah saja, melainkan harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat ikut terlibat dan merasakan langsung kemudahan dari sistem pembayaran non tunai,” ungkapnya.

Zulkifli menjelaskan, lomba konten kreator ini merupakan yang pertama kali digelar di  Bulungan. Antusiasme peserta cukup tinggi, terlihat dari jumlah karya yang masuk.

“Tercatat ada 14 karya konten kreator dan 6 karya jurnalistik yang berpartisipasi dan sudah dipublikasikan,” jelasnya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam dua tahap, yakni tahap pertama pada akhir Desember 2025 dan tahap kedua pada Januari hingga Maret 2026. Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, proses penilaian oleh tim juri yang berlangsung di ruang kerja Kepala Bapenda berjalan lancar.  Hasil penilaian akan diumumkan pada momen Rapat High Level Meeting (HLM) yang dijadwalkan berlangsung pertengahan April mendatang.

“Penganugerahan pemenang lomba akan dilaksanakan pada HLM semester pertama 2026, sekaligus launching pembayaran non tunai untuk tiket speedboat di Tanjung Selor,” ungkapnya.

Dengan berbagai inovasi tersebut, Pemda Bulungan optimistis percepatan digitalisasi transaksi keuangan daerah dapat semakin masif, sekaligus mendukung transparansi dan efisiensi dalam aktivitas ekonomi masyarakat.

“Ini bagian dari upaya kita mendorong transformasi digital yang inklusif di daerah,” pungkasnya. (rfy/red)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses