Hari Pertama MBG di SD IT Ibnu Abbas, Senyum Siswa Jadi Pemandangan Utama

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dirasakan manfaatnya oleh siswa di TK dan SD IT Ibnu Abbas, Mamburungan,Tarakan. Kepala Sekolah SD IT Ibnu Abbas, Jamil, mengungkapkan bahwa program ini telah lama dinantikan oleh pihak sekolah maupun para siswa.

Menurut Jamil, informasi awal terkait program MBG sudah diterima sejak sekitar satu tahun lalu. Pada tahap awal, dilakukan pendataan oleh pihak terkait, termasuk aparat Babinsa, untuk melihat kesiapan fasilitas dapur atau kantin di masing-masing sekolah.

“Awalnya ada pendataan kelayakan dapur di sekolah, apakah siap dijadikan dapur MBG. Namun dalam pelaksanaannya, skemanya berubah,” ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, distribusi program MBG di Kota Tarakan mengalami penyesuaian. Jika sebelumnya direncanakan satu kecamatan hanya memiliki satu dapur, kini pemerintah membagi kapasitas dapur dengan maksimal sekitar 3.000 penerima manfaat per dapur.

Di wilayah Tarakan Timur, kata Jamil, pelaksanaan program MBG melibatkan Yayasan Sadewa Pejuang Bergizi yang secara langsung melakukan survei ke sekolah sebelum pendistribusian makanan dilakukan.

“Untuk sekolah kami, pihak yayasan datang langsung melakukan survei. Dan hari ini program MBG sudah mulai berjalan,” jelasnya.

Dari sisi jumlah penerima manfaat, Jamil menyebutkan bahwa hampir seluruh warga sekolah menerima MBG. Tercatat sebanyak 335 siswa dan 45 guru mendapatkan manfaat dari program tersebut, dengan selisih data yang sangat kecil.

“Secara umum sudah sesuai, hanya ada selisih kecil di data guru, sekitar dua orang saja,” katanya.

Kepala Sekolah SD IT Ibnu Abbas, Mamburungan saat menerima menu MBG dari Yayasan Sadewa Pejuang Gizi

Antusiasme siswa terhadap program ini pun sangat tinggi. Bahkan, menurut Jamil, sejak beberapa waktu lalu para siswa sudah sering menanyakan kapan program MBG mulai dilaksanakan.

“Anak-anak sangat antusias, sering bertanya kapan MBG dimulai. Mereka memang sudah lama menunggu,” ungkapnya, Selasa (31/3/26).

Dukungan juga datang dari para orang tua siswa. Berdasarkan pendataan yang dilakukan pihak sekolah, hampir seluruh orang tua menyetujui anaknya menerima program MBG. Hanya satu siswa yang tidak mengikuti program tersebut karena memiliki kebutuhan khusus dan membawa makanan sendiri dari rumah.

“Secara umum orang tua menerima dengan baik program ini,” tambahnya.

Meski demikian, Jamil menekankan pentingnya menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada siswa. Ia berharap program MBG dapat terus berjalan secara konsisten tanpa penurunan kualitas.

“Harapan kami kualitas makanan tetap terjaga dan program ini bisa terus berlanjut,” tegasnya.

Selain itu, ia juga berharap pemerintah dapat memperluas program kesejahteraan di sektor pendidikan, tidak hanya melalui pemenuhan gizi, tetapi juga akses pendidikan yang lebih merata.

Pendistribusian MBG ke masing-masing penerima manfaat.

“Kita berharap ke depan tidak hanya makan bergizi gratis, tetapi juga pendidikan gratis, karena keduanya sama-sama penting,” ujarnya.

Menanggapi adanya sejumlah kasus yang sempat viral terkait program MBG di beberapa daerah, Jamil mengimbau agar setiap permasalahan disikapi dengan bijak dan diselesaikan melalui komunikasi yang baik.

“Kalau ada kekurangan, baik dari jumlah maupun kualitas, sebaiknya dikomunikasikan secara kekeluargaan untuk evaluasi bersama,” katanya.

Para Siswa/i SD IT Ibnu Abbas Mamburungan, menyantap menu MBG yang disalurkan melalui SPPG Mamburungan milik Yayasan Sadewa Pejuang Gizi.

Ia juga menilai bahwa penggunaan media sosial sebagai sarana penyampaian keluhan sebaiknya menjadi pilihan terakhir apabila komunikasi tidak berjalan dengan baik.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menyelesaikan masalah dengan baik dan menjaga tujuan utama program ini, yaitu meningkatkan gizi anak-anak,” pungkasnya.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses