Bulungan, MK – Perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kedutaan Besar Australia serta tim program INOVASI melaksanakan kunjungan bersama (joint visit) ke Kabupaten Bulungan pada 28 – 29 September 2026.
Bupati, Syarwani, S.Pd, M.Si menyambut baik kegiatan yang bertujuan melihat langsung implementasi sistem pendidikan Teacher Experimental Training (TET) di Bulungan.
TET merupakan sistem peningkatan mutu guru berbasis Kelompok Kerja Guru di Gugus an Satuan Pendidikan. Dijelaskan, TET sesuai dengan kondisi wilayah. Guru tidak perlu ke kota untuk belajar. Pembelajaran didekatkan ke tempat guru bertugas melalui KKG di gugusnya, lalu langsung dipraktikkan di kelas.
“Inilah wujud misi ketiga dan kelima kami: layanan dasar yang andal serta pelayanan yang adil dan merata. Guru di Peso yang berada di hulu Sungai Kayan mendapat kesempatan belajar yang sama dengan guru di Kota Tanjung Selor,” ujar Bupati dalam kegiatan ramah tamah di Hotel Luminor Tanjung Selor pada Senin malam (28/9).
Diterangkan, TET terbukti berkelanjutan. Berawal dari kemitraan dengan INOVASI pada tahun 2017 di dua gugus, kini TET berjalan di 26 gugus dan sepenuhnya dibiayai APBD. Melewati pergantian kepemimpinan, pandemi, dan efisiensi anggaran, sistem ini tetap berjalan. Bagi kami, inilah bukti keberhasilan kemitraan yang sesungguhnya: yang dimulai bersama mitra, kini menjadi milik dan tanggung jawab daerah.
Bupati menyebutkan, TET terbukti berdampak dan adaptif. Sistem ini membantu mempercepat peningkatan kompetensi literasi dasar. Saat pandemi, sistem ini membantu menahan learning loss. Kini, kerangka yang sama digunakan Pemkab Bulungan untuk pendidikan inklusif, yaitu membekali guru reguler agar mampu melayani peserta didik berkebutuhan khusus.
“Bahkan, ketika kebakaran hutan terjadi beberapa minggu yang lalu, kami dapat dengan cepat menyelenggarakan belajar dari rumah dengan memanfaatkan sistem ini. Satu sistem, berbagai prioritas, tanpa membangun struktur baru,” imbuh Bupati. Dilanjutkan, Pemkab berharap TET dapat dikaji sebagai model pengembangan guru berbasis gugus yang hemat biaya bagi daerah yang memiliki tantangan geografis, termasuk daerah 3T, dan Bulungan siap menjadi lokasi belajar bagi kabupaten lain.
Pemkab juga berharap dukungan untuk memperluas pendekatan ini ke jenjang yang lebih tinggi dan memperkuat kapasitas guru dalam layanan pendidikan inklusif. Termasuk dukungan agar gugus-gugus di wilayah terpencil dapat saling terhubung dan berbagi praktik baik melalui teknologi.
Ditambahkan, wilayah Bulungan lebih dari 13 ribu kilometer persegi, kurang lebih dua puluh kali luas daratan DKI Jakarta. Pemkab harus melayani guru dan sekolah di wilayah seluas dua puluh Jakarta, dengan sebagian di antaranya hanya dapat dijangkau lewat sungai. Di sisi lain, kemampuan fiskal terbatas. Sistem TET menjadi jawaban untuk dekat dengan guru, berkelanjutan, dan mampu menjangkau seluruh wilayah tanpa menciptakan kesenjangan baru.
Bupati menegaskan, keberhasilan penerapan TET ini adalah buah gotong royong pemerintah daerah, Program INOVASI, BPMP Kaltara, KGTK Kaltara, Universitas Borneo Tarakan, OPD Bulungan, Kementerian Agama, pengawas, kepala sekolah, guru, komunitas belajar, perguruan tinggi, dan masyarakat.
“Besok bapak dan ibu akan mengunjungi sekolah untuk melihat dan berdiskusi langsung dengan kepala sekolah, pengawas, dan guru tentang dampak TET di Bulungan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bulungan akan memberikan penjelasan lebih teknis tetang sistem ini, baik dari segi kebijakan dan operasionalnya,” ujar Bupati. Joint visit diketahui dilaksanakan Komite Pengarah Nasional Program INOVASI, terdiri Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan, Unit Manager Pendidikan Dasar Kedutaan Besar Australia, Deputy Director Bidang Ekosistem Pendidikan dan Sub Nasional, Deputi Program DIrector Education Policy, Performance and Learning, UPT Kemendikdasmen serta perangkat daerah Pemkab. (**)

