Musrenbang RKPD 2027, Bupati Nunukan Soroti Pemerataan Infrastruktur Dan Pertumbuhan Inklusif

by Redaksi Kaltara

Nunukan, MK – Pemerintah Kabupaten Nunukan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2026 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, yang berlangsung di ruang rapat lantai 5 Kantor Bupati Nunukan, Senin (30/3/2026).

ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, SE dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musrenbang merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah sebagaimana diamanatkan dalam regulasi nasional. Forum ini juga menjadi wadah sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam menentukan prioritas pembangunan.

“Melalui forum ini kita memastikan bahwa perencanaan pembangunan daerah selaras dengan visi misi terutama 17 arah perubahan yang menjadi program prioritas kepala daerah, prioritas nasional, provinsi, serta kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Irwan mengungkapkan bahwa tema pembangunan Kabupaten Nunukan tahun 2027 adalah “Pemerataan Infrastruktur Layanan Dasar dan Infrastruktur Ekonomi untuk Menunjang Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif.” Tema ini menjadi bagian dari pelaksanaan tahun ketiga RPJMD 2025–2029.

Untuk mewujudkan tema tersebut, pemerintah daerah menetapkan enam fokus pembangunan, yakni peningkatan kualitas infrastruktur dasar, pembangunan infrastruktur ekonomi strategis, penguatan lingkungan hidup dan ketahanan bencana, optimalisasi tata kelola pemerintahan, peningkatan perlindungan sosial dan budaya, serta penguatan daya saing generasi muda.

Bupati juga memaparkan bahwa dari hasil Musrenbang tingkat desa hingga kecamatan, tercatat sebanyak 3.824 usulan yang masuk dalam Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD). Dari jumlah tersebut, 661 usulan dibahas pada Musrenbang kewilayahan serta 1.803 usulan merupakan pokok-pokok pikiran DPRD.

Namun demikian, ia mengakui tidak semua usulan dapat diakomodasi dalam APBD Tahun 2027 karena keterbatasan anggaran. Oleh karena itu, perangkat daerah diminta memprioritaskan program yang sesuai dengan tema pembangunan serta mencari alternatif pembiayaan dari pemerintah pusat maupun provinsi.

“Usulan yang belum dapat dibiayai APBD diharapkan dapat diusulkan melalui sumber pendanaan lain, agar pembangunan di Nunukan tetap berjalan optimal,” tegasnya.

Selain itu, Bupati Irwan juga mengingatkan pentingnya kesiapan daerah dalam menghadapi dinamika global, termasuk dampak konflik internasional yang dapat mempengaruhi kondisi ekonomi. Ia menekankan perlunya sikap adaptif agar kebijakan pembangunan tetap memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Ditandai dengan pemukulan gong, Bupati Nunukan secara resmi membuka Musrenbang RKPD 2026 sebagai langkah awal penyusunan arah pembangunan Kabupaten Nunukan tahun 2027.(**)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses