Tak Ingin Kehabisan Kuota, Warga Tarakan Serbu Penukaran Uang Baru

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Antusiasme warga Kota Tarakan terlihat tinggi pada hari terakhir periode pertama layanan penukaran uang rupiah baru yang digelar oleh Bank Indonesia melalui layanan kas keliling. Sejak pagi, Selasa (24/2/2026), masyarakat tampak memadati halaman Masjid A-Taqwa, lokasi penukaran uang di wilayah Tarakan.

Pada hari ini, layanan kas keliling dibuka di dua titik, yakni Masjid A-Taqwa Sebengkok, Kota Tarakan, serta Pasar Sebatik di Kabupaten Nunukan. Layanan tersebut menjadi penutup periode pertama penukaran uang rupiah baru, sebelum kembali dibuka pada periode berikutnya mulai 27 Februari 2026.

Pantauan di lokasi menunjukkan warga telah berdatangan sejak pagi dengan membawa kartu tanda penduduk (KTP) dan bukti pendaftaran daring. Program penukaran uang rupiah baru ini menjadi salah satu agenda yang dinantikan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri untuk kebutuhan pembagian tunjangan hari raya (THR).

Salah seorang warga Tarakan, Alma, mengatakan dirinya datang ke lokasi untuk mengantar tiga anggota keluarganya yang hendak melakukan penukaran uang. Ia menjelaskan bahwa penukaran tidak dapat diwakilkan dan dibatasi satu kali untuk setiap KTP.

“Hari ini saya hanya mengantar keluarga. Penukaran tidak bisa diwakilkan dan satu KTP hanya bisa satu kali di satu periode,” ujar Alma saat ditemui di lokasi.

Alma mengungkapkan, pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi BI Pintar. Pada periode pertama, pendaftaran dibuka pada 14 Februari 2026 dan kuota cepat terpenuhi.

“Waktu pendaftaran dibuka, saya langsung mendaftar. Tidak sampai 10 menit selesai. Tapi teman saya yang daftar keesokan harinya sudah tidak kebagian kuota,” katanya.

Ia juga membandingkan proses penukaran di Tarakan dengan wilayah Pulau Jawa yang dinilainya lebih kompetitif.

“Kalau di Jawa lebih sulit. Keluarga saya di Mojokerto dan Surabaya belum berhasil karena kuota cepat penuh,” ujarnya.

Alma berharap ke depan Bank Indonesia dapat menambah kuota, periode, serta titik layanan penukaran, mengingat tingginya minat masyarakat.

“Antusiasme warga besar. Kalau bisa, periodenya ditambah dan lokasinya diperbanyak,” katanya.

Sementara itu, pantauan di lapangan menunjukkan proses penukaran berlangsung tertib sesuai jadwal dan sesi yang telah ditentukan. Petugas menyiapkan kursi antrean, melakukan verifikasi bukti pendaftaran, serta mengarahkan warga untuk menukarkan uang tunai yang dibawa. Aparat kepolisian juga terlihat berjaga guna menjaga ketertiban.

Sebelumnya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara meluncurkan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 melalui layanan kas keliling. Program ini bertujuan memenuhi kebutuhan uang rupiah layak edar bagi masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Berdasarkan jadwal resmi Bank Indonesia, layanan kas keliling periode pertama dilaksanakan sejak 18 Februari 2026 di sejumlah masjid di Kota Tarakan, dan berakhir pada 24 Februari 2026. Layanan penukaran uang dijadwalkan kembali dibuka pada periode berikutnya mulai 27 Februari 2026.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses