TANJUNG SELOR, MK – Perintah Presiden RI Prabowo Subianto soal aksi rutin “bersih-bersih” langsung dijawab di Kalimantan Utara. Direktorat Intelkam Polda Kaltara bersama jajaran Sat Intelkam Polresta se-Kaltara turun serentak membersihkan sampah di enam titik publik, Kamis (5/2/2026), dengan pengerahan personel di tiap lokasi.
Instruksi Presiden yang disampaikan pada 2 Februari 2026 itu menargetkan penanganan sampah secara masif—disebut sebagai “perang terhadap sampah”—untuk menciptakan lingkungan bersih dan asri, meningkatkan disiplin aparatur, serta mendorong sektor pariwisata.
Aksi bersih-bersih yang dilakukan jajaran Intelkam Polda Kaltara tersebut menyasar ruang-ruang publik yang selama ini menjadi pusat aktivitas warga, mulai dari kawasan pasar hingga bantaran sungai.
Untuk wilayah Tanjung Selor, Direktorat Intelkam Polda Kaltara memusatkan kegiatan di kawasan Pasar Induk Tanjung Selor dengan menurunkan sekitar 100 personel.
Kepala UPTD Pasar Induk Tanjung Selor, Muhammad Gazali, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. “Saya sangat berterima kasih kepada Direktorat Intelkam Polda Kaltara. Dengan kegiatan ini pedagang pasar dan masyarakat sangat terbantu,” ujarnya.
Sementara itu, Sat Intelkam Polresta Bulungan melakukan bersih-bersih di kawasan Tepian Sungai Kayan dengan melibatkan 40 personel.
Di Kota Tarakan, Sat Intelkam Polresta Tarakan menyisir kawasan Selumit Pantai RT 16 dengan menurunkan 30 personel.
Di Kabupaten Nunukan, Sat Intelkam Polresta Nunukan membersihkan kawasan Pasar Tradisional Induk Inhutani dengan 30 personel.
Di Kabupaten Malinau, Sat Intelkam Polresta Malinau bergerak di kawasan Pasar Induk Malinau Kota dengan melibatkan 30 personel.
Sedangkan di Kabupaten Tana Tidung, Sat Intelkam Polresta Tana Tidung melaksanakan bersih-bersih di kawasan Sesayap Ilir, tepatnya di pinggir Sungai Tana Tidung, dengan menurunkan 30 personel.
Muhammad Gazali menilai kegiatan ini memberi dampak langsung bagi pedagang dan masyarakat. “Kalau lingkungan pasar bersih, aktivitas jual beli juga lebih nyaman, dan warga tidak terganggu sampah,” katanya.
Gerakan ini sekaligus menegaskan bahwa instruksi “perang terhadap sampah” tidak berhenti sebagai seruan nasional, tetapi mulai dijalankan secara konkret oleh aparat di lapangan.
“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih, pedagang dan masyarakat benar-benar merasa terbantu,” pungkas. (Fy/red)

