Jakarta, MK – Fermin Aldeguer bukan nama yang tiba-tiba muncul di MotoGP. Perjalanannya di dunia balap sudah dimulai sejak ia kecil, bahkan saat ia baru berusia 2 tahun dan mengenal roda dua lewat miniatur sepeda motor bernama La Bicha.
Dari situ, rasa penasaran Fermin tumbuh menjadi keberanian. Pada usia 6 tahun, ia mulai ikut kompetisi. Tiga tahun kemudian, rider asal Murcia, Spanyol, itu meraih gelar pertamanya di Levante MiniGP 110 Cup.
Karier Fermin terus menanjak. Ia berpindah dari MiniGP, Pre-Moto4, European Talent Cup, hingga mencuri perhatian di FIM CEV Stock600 European Championship. Di ajang itu, Fermin tampil meyakinkan dengan enam kemenangan beruntun dan langsung merebut gelar pada musim debutnya.
Langkah besar berikutnya datang di Moto2. Fermin mulai dikenal sebagai pembalap muda dengan gaya balap agresif, cepat, dan berani mengambil celah. Musim 2023 menjadi salah satu titik penting dalam kariernya. Setelah awal musim yang tidak mudah, ia menang di Silverstone dan menutup musim dengan empat kemenangan Grand Prix secara beruntun.
Namun, perjalanan Fermin tidak selalu mulus. Aldeguer sempat mengalami cedera patah tulang femur pada musim lalu. Karena kondisinya belum sepenuhnya fit, ia sempat absen dan tidak bisa tampil di MotoGP Thailand 2026.
Fermin juga mengakui kondisinya belum maksimal, meski secara umum sudah membaik. Rasa sakit pada cedera kakinya masih bisa muncul tiba-tiba.
“Kondisi saya masih belum maksimal. Secara umum memang membaik – tetapi akhir pekan GP sangat menguras tenaga dan saya tidak merasa enak badan sebelum tes, saya bangun dengan rasa sakit lagi,” kata Aldeguer seperti dikabarkan oleh Speedweek.
Di titik ini, mental seorang pembalap benar-benar diuji. Bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga soal keberanian untuk kembali bertarung saat tubuh belum berada dalam kondisi terbaik.
Di sinilah semangat LA Bold: No Risk, No Story terasa relevan. Di lintasan, tidak ada cerita besar tanpa risiko. Setiap maneuver, keputusan menyalip, dan langkah naik kelas selalu menuntut nyali. Fermin menunjukkan bahwa menjadi bold, brave, and daring bukan cuma soal tampil kencang, tetapi juga berani menghadapi tekanan dan tetap maju saat situasi tidak ideal.
Kini, setelah menembus MotoGP bersama Gresini Racing, Fermin masuk ke babak baru dalam kariernya. Kemenangan perdananya di GP Indonesia membuat namanya tercatat dalam sejarah sebagai salah satu pemenang termuda di MotoGP.
Cerita Fermin jadi bukti bahwa keberanian mengambil risiko bisa membuka jalan menuju pencapaian besar. Sejalan dengan pesan No Risk, No Story, Fermin menunjukkan bahwa mereka yang berani keluar dari zona nyaman punya peluang menciptakan cerita yang berbeda.
(ega/ega)

