JAKARTA – Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si., menghadiri Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis (24/9/26).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi serta Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) 2026. Forum ini mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, otoritas terkait, serta pemangku kepentingan dalam membahas penguatan stabilitas ekonomi dan percepatan transformasi digital.
FEKDI x IFSE 2026 mengusung tema “Mempererat Sinergi, Memacu Inovasi, Mencetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Nasional”.
Tema tersebut menitikberatkan pada tiga aspek, yakni penguatan sinergi antara otoritas dan industri, percepatan inovasi teknologi keuangan, serta pengembangan talenta digital nasional agar mampu bersaing di tingkat global.
Sejumlah pejabat hadir dalam agenda tersebut, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi.
Dalam sambutannya, Airlangga menekankan pentingnya penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
Menurut Airlangga, perekonomian Indonesia pada semester I 2026 tumbuh sebesar 5,45 persen secara cumulative to cumulative (ctc). Sementara itu, inflasi nasional pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,19 persen secara tahunan (year on year/yoy).
“Rakornas Pengendalian Inflasi serta P2DD yang disinergikan dengan FEKDI x IFSE 2026 menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi pusat-daerah, menjaga stabilitas harga, dan mempercepat transformasi digital,” ujar Airlangga dalam kegiatan tersebut.
Ia juga menyampaikan bahwa penguatan koordinasi perlu mencakup kebijakan fiskal, moneter dan sektor riil, termasuk upaya mendorong ekspor.
“Ekonomi kita di semester I, alhamdulillah relatif solid dengan pertumbuhan 5,45 persen dan inflasi 3,19 persen. Ini harus terus kita sinergikan antara pusat dan daerah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, menjaga kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil, terutama juga untuk mendorong ekspor dari sektor riil,” kata Airlangga.
Sementara itu, penyelenggaraan FEKDI x IFSE 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital nasional. Bank Indonesia menyebut sinergi kebijakan, inovasi, serta penguatan talenta digital sebagai bagian penting dalam mengoptimalkan transformasi ekonomi dan keuangan digital sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Bagi pemerintah daerah, forum tersebut menjadi ruang koordinasi untuk memperkuat implementasi digitalisasi daerah sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat melalui kebijakan yang terintegrasi.
FEKDI x IFSE 2026 sendiri berlangsung pada 24–26 September 2026 di JICC, Jakarta, dengan mempertemukan regulator, industri keuangan, perusahaan rintisan teknologi finansial, serta pelaku ekosistem ekonomi dan keuangan digital.

