TARAKAN – Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., menegaskan pentingnya upaya pencegahan stunting dilakukan sejak masa kehamilan. Menurutnya, pemantauan kesehatan ibu dan janin selama kehamilan menjadi salah satu langkah penting dalam menyiapkan tumbuh kembang anak.
Hal tersebut disampaikan Khairul saat menghadiri kegiatan Maternity Expo Puskesmas Gunung Lingkas yang diikuti sekitar 100 ibu hamil di Kota Tarakan, Minggu (27/9/26).
Dalam kesempatan itu, Khairul mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan ibu hamil melalui pemeriksaan kehamilan secara rutin. Ia menyebut gangguan pelayanan kesehatan, termasuk aktivitas Posyandu dan pemeriksaan kehamilan yang terjadi pada masa pandemi COVID-19, menjadi salah satu tantangan dalam upaya pencegahan stunting.
Khairul mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, prevalensi stunting di Tarakan menunjukkan tren penurunan. Ia menyebut angka berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) berada di kisaran 12 persen, sementara berdasarkan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGM) sekitar 4 persen. Untuk wilayah Gunung Lingkas, angka yang disebutkannya berada di kisaran 4,2 persen.
“Kalau kita ingin menghasilkan generasi yang bagus, yang cerdas, yang hebat, yang unggul, dimulainya dari proses kehamilan,” kata Khairul.
Ia juga mengimbau ibu hamil tidak menunda pemeriksaan kesehatan hingga memasuki trimester akhir. Pemeriksaan kehamilan secara rutin, kata dia, diperlukan untuk mendeteksi lebih awal berbagai risiko yang dapat membahayakan kesehatan ibu maupun bayi.
Khairul menyebut pemeriksaan kehamilan idealnya dilakukan sesuai standar pelayanan kesehatan, dengan minimal enam kali pemeriksaan selama masa kehamilan. Pemeriksaan secara berkala juga dinilai penting untuk memantau kondisi ibu dan janin, termasuk mendeteksi risiko hipertensi maupun komplikasi kehamilan.
Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya berkaitan dengan pencegahan stunting, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menekan risiko kematian ibu dan bayi.
Khairul menekankan keberhasilan program kesehatan ibu dan anak tidak semata-mata dilihat dari pelaksanaan kegiatan atau seremonial, tetapi dari dampak yang dihasilkan di masyarakat.
“Bukan hanya seremoninya yang kita butuhkan, tetapi dampaknya. Kalau di sini terjadi zero kematian ibu, zero kematian bayi, dan tidak ada stunting, baru saya anggap berhasil,” ujarnya.
Ia mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam pelaksanaan Maternity Expo Puskesmas Gunung Lingkas. Kegiatan tersebut melibatkan Puskesmas Gunung Lingkas, Pertamina Patra Niaga, BPJS Kesehatan, pemerintah kecamatan dan kelurahan, kader Posyandu serta sejumlah pihak lainnya.
Khairul berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat sehingga pemantauan kesehatan ibu dan anak dapat dilakukan secara berkelanjutan, sekaligus mendukung upaya Pemerintah Kota Tarakan dalam menyiapkan generasi yang sehat menuju Generasi Emas Tarakan 2045.

