Jika City Tak Curang, Van Gaal Yakin Nasibnya di MU Akan Berbeda

by Admin Kaltara

Jakarta, MK – Eks pelatih Manchester United Louis Van Gaal meyakini bahwa skandal pelanggaran finansial yang dilakukan oleh Manchester City turut berdampak pada karier manajerialnya yang berujung dipecat oleh Setan Merah di akhir musim 2015-16.

Van Gaal menangani MU selama dua musim pada 2014-2016, namun dipecat pada akhir musim keduanya usai hanya membawa Wayne Rooney dkk finis kelima di klasemen akhir Premier League dengan 66 poin, kalah selisih gol dari City yang ada di urutan empat dan mengambil slot terakhir ke Liga Champions.

Pada Februari 2023, terkuak bahwa Premier League mendakwa City melakukan 115 pelanggaran finansial selama 2009-2018, dan pada September lalu panel independen telah memutuskan bahwa City dinyatakan bersalah dalam 114 kasus.

City disebut menggelembungkan dana sponsor dalam laporan keuangan mereka, padahal uang tersebut merupakan injeksi dari pemilik klub. Mereka juga menolak bekerja sama dengan Premier League dalam masa investigasi.

Durasi kerja Van Gaal di MU juga termasuk dalam periode City melakukan serangkaian pelanggaran tersebut. Pelatih asal Belanda itu menilai andai City ‘tidak curang’, mungkin nasibnya di Old Trafford akan berbeda.

“Bagi saya, pada saat itu, hal tersebut (kegagalan lolos ke Liga Champions pada tahun 2016) mungkin menjadi faktor penentu di balik pemecatan saya dari Manchester United, beserta segala konsekuensi dan penderitaan yang menyertainya,” bunyi pernyataan Van Gaal kepada The Athletic.

Pria yang kini berusia 75 tahun itu “meyakini” bahwa andai kompetisi berjalan adil, kariernya di MU mungkin berakhir lebih bahagia daripada kenyataannya. Namun, ia menilai bahwa putusan yang diberikan kepada City terlalu terlambat.

“Saya tak bisa mengubah sejarah sekarang. Bahkan Football Association (Federasi Sepakbola Inggris) pun tak bisa,” ujar Van Gaal.

Soal hukuman apa yang tepat untuk City, Van Gaal menyerahkan itu kepada para penegak hukum. “Pada akhirnya, hal itu harus diputuskan oleh hakim,” tegasnya.

MU merupakan klub terakhir yang ditangani oleh Van Gaal. Sebelumnya ia pernah melatih Ajax, Barcelona, AZ Alkmaar, hingga Bayern Munich. Di lima klub itu, ia selalu berhasil menyumbang gelar. Ia juga memimpin Timnas Belanda dalam tiga periode berbeda, terakhir pada Piala Dunia 2022 lalu.

(adp/raw)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses