Kodim 0907/Tarakan Siapkan 5 Sumur Bor dan Rehab 5 Rumah Warga Lewat TMMD ke-130

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Kota Tarakan menyasar sejumlah pembangunan infrastruktur dan kegiatan sosial yang tersebar di berbagai wilayah.

Komandan Kodim (Dandim) 0907/Tarakan, Letkol Inf Danan Wisnubrata, S.Sos., M.Han., mengatakan, salah satu sasaran program tersebut adalah rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH) yang tersebar di wilayah Kota Tarakan.

Selain itu, pihaknya juga menargetkan pembangunan lima titik sumur bor untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

“Rumah tidak layak huni ada lima titik yang tersebar di seluruh wilayah Kota Tarakan. Selanjutnya, kita juga berusaha menyediakan air bersih untuk masyarakat melalui lima titik sumur bor,” ungkap Danan.

Ia menjelaskan, program TMMD ke-130 tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah dan penyediaan air bersih. Sejumlah kegiatan lainnya juga dilaksanakan, seperti rehabilitasi tempat ibadah, pembangunan MCK, penanaman pohon, serta pelepasan burung endemik Kalimantan.

Sementara untuk sasaran pembangunan infrastruktur, Kodim 0907/Tarakan bersama Pemerintah Kota Tarakan melaksanakan pembukaan badan jalan di kawasan Tanjung Batu, Kelurahan Mamburungan, Kecamatan Tarakan Timur.

Danan mengatakan, pembukaan jalan sepanjang 2.500 meter atau 2,5 kilometer dengan lebar delapan meter tersebut dilakukan karena akses di kawasan Tanjung Batu saat ini masih terputus atau buntu.

Melalui program TMMD, pihaknya berupaya membuka akses jalan hingga ke sekitar kawasan Gua Maria agar konektivitas wilayah dapat berlanjut dan mempermudah mobilitas masyarakat.

“Kenapa kita memilih Tanjung Batu di Mamburungan ini, karena akses tersebut sangat dibutuhkan masyarakat. Kondisi jalan saat ini masih terhenti atau buntu, sehingga kita berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Tarakan untuk membuka jalan hingga ke sekitar Gua Maria,” jelasnya.

Pengerjaan pembukaan badan jalan tersebut ditargetkan berlangsung selama 30 hari. Namun, pihaknya berharap pelaksanaan di lapangan dapat diselesaikan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan.

Danan menegaskan, pekerjaan yang dilakukan saat ini masih berupa pembukaan badan jalan dan belum sampai pada tahap pengerasan menggunakan material agregat.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan melibatkan personel TNI, Polri, unsur pemerintah daerah, serta sekitar 150 orang masyarakat setempat.

Untuk mendukung kelancaran aliran air, pekerjaan juga dilengkapi pemasangan gorong-gorong. Menurut Danan, pembangunan jembatan tidak termasuk dalam sasaran pekerjaan jalan tersebut.

Ia memperkirakan, apabila akses jalan telah selesai dibangun dan dapat dimanfaatkan masyarakat, waktu perjalanan menuju akses wilayah berikutnya berpotensi dipangkas sekitar satu hingga satu setengah jam. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi menempuh jalur memutar seperti sebelumnya.

Meski demikian, pelaksanaan pekerjaan menghadapi tantangan berupa kondisi cuaca yang tidak menentu di Kota Tarakan. Hujan yang dapat turun sewaktu-waktu menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi dalam proses pengerjaan.

“Untuk kendala sementara ini cuaca. Karena cuaca di Kota Tarakan terkadang tiba-tiba hujan dan kemudian panas, sehingga membutuhkan perencanaan yang matang serta antisipasi sejak awal agar pekerjaan tetap berjalan dengan baik,” tuturnya.

Melalui berbagai sasaran fisik dan nonfisik tersebut, TMMD ke-130 diharapkan dapat membantu meningkatkan aksesibilitas wilayah, memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, serta mendukung pemerataan pembangunan di Kota Tarakan.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses