Kolaborasi Peduli Lingkungan, PR IPM SMP Muhammadiyah 1 Plus Tarakan Tutup FORTASI Lewat Penanaman Mangrove

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMP Muhammadiyah 1 Plus Tarakan menutup rangkaian Forum Ta’aruf Siswa (FORTASI) 2026 dengan menggelar bakti sosial berupa penanaman mangrove dan edukasi lingkungan di kawasan Pantai Amal, Kota Tarakan, Sabtu (11/7/2026).

Mengusung tema “Gembira Berkarya”, kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan budaya sekolah kepada peserta didik baru sekaligus menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi nyata.

Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi PR IPM SMP Muhammadiyah 1 Plus Tarakan bersama mahasiswa Universitas Borneo Tarakan (UBT), Lantamal Tarakan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan, dan Komunitas Pencinta Alam Liar (KPAL) Tarakan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan edukasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove bagi kawasan pesisir. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh pemahaman tentang fungsi mangrove sebagai pelindung pantai dari abrasi, habitat berbagai jenis biota laut, serta penyerap karbon yang berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Usai mengikuti materi, para peserta didik bersama seluruh mitra menanam bibit mangrove di kawasan pesisir Pantai Amal sebagai bentuk kontribusi terhadap pelestarian lingkungan.

Ketua PR IPM SMP Muhammadiyah 1 Plus Tarakan, Muhammad Faisal, mengatakan konsep FORTASI tahun ini dirancang agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah, tetapi juga melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“FORTASI bukan sekadar kegiatan penyambutan siswa baru. Kami ingin menghadirkan pengalaman yang mampu membentuk karakter peserta didik sejak hari pertama mereka bergabung di SMP Muhammadiyah 1 Plus Tarakan. Melalui kegiatan penanaman mangrove dan edukasi lingkungan, kami ingin menanamkan nilai kepedulian, gotong royong, serta tanggung jawab terhadap kelestarian alam,” ujarnya.

Menurut Faisal, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, semangat kolaborasi, dan kepedulian sosial.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa Universitas Borneo Tarakan, Lantamal Tarakan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan, serta Komunitas Pencinta Alam Liar (KPAL) Tarakan yang telah berkolaborasi. Semoga sinergi ini terus berlanjut dalam berbagai program yang bermanfaat bagi dunia pendidikan dan pelestarian lingkungan di Kota Tarakan,” katanya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa baru mengikuti setiap rangkaian dengan semangat, mulai dari sesi edukasi hingga penanaman mangrove secara langsung di kawasan pesisir.

Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diperkenalkan bahwa proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman lapangan yang menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan bermasyarakat.

Penutupan FORTASI 2026 melalui aksi pelestarian mangrove menjadi wujud komitmen PR IPM SMP Muhammadiyah 1 Plus Tarakan dalam menghadirkan program yang edukatif, inovatif, dan berdampak positif. Semangat “Gembira Berkarya” diharapkan terus menjadi karakter yang melekat pada setiap pelajar Muhammadiyah sebagai generasi berkemajuan yang peduli terhadap lingkungan serta siap memberikan kontribusi bagi masyarakat, umat, dan bangsa.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses