Naik Motor Menembus Dini Hari, Dandim Tana Tidung Merawat Kebersamaan Lewat Sepak Bola

by Isman Toriko

TANA TIDUNG, Metrokaltara. com – Jalanan menuju Makoramil 01/Sesayap masih lengang ketika sebuah sepeda motor perlahan memasuki halaman markas. Waktu menunjukkan pukul 03.00 Wita, Sabtu (11/7/2026). Embun dini hari masih menggantung, sementara sebagian besar warga masih terlelap.

Namun di sudut Makoramil, suasana justru hidup. Sorot mata puluhan warga tertuju pada layar besar yang menayangkan pertandingan Piala Dunia 2026. Sesekali terdengar gelak tawa, tepuk tangan, dan sorakan yang memecah sunyi.

Pengendara sepeda motor itu adalah Komandan Kodim 0914/Tana Tidung, Letkol Arm. Raden Florensius Ferdian Ricarda, S.T., M.I.P. Tanpa pengawalan, tanpa protokoler yang berlebihan, ia datang seperti warga pada umumnya. Ia memarkir kendaraannya, menyalami masyarakat satu per satu, kemudian memilih duduk berdampingan bersama prajurit dan warga untuk menikmati pertandingan.

Pemandangan sederhana itu justru menyampaikan pesan yang kuat. Bahwa kepemimpinan tidak selalu ditunjukkan dari podium kehormatan atau ruang rapat, tetapi juga melalui kehadiran yang tulus di tengah masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pasi Ter Kodim 0914/Tnt Kapten Inf. Tri Pujiono dan Danramil 01/Sesayap Kapten Inf. Subadi Prasetyo. Keduanya ikut membaur bersama warga, menikmati jalannya pertandingan yang berlangsung penuh tensi.

Setiap peluang yang tercipta langsung disambut riuh penonton. Ada yang spontan berdiri, ada yang bertepuk tangan, ada pula yang menahan napas ketika bola nyaris bersarang di gawang. Selama 90 menit, tak ada lagi perbedaan pangkat, jabatan, ataupun profesi. Semua larut dalam semangat yang sama.

Sepak bola malam itu menjadi lebih dari sekadar olahraga. Ia menjelma menjadi ruang pertemuan yang menyatukan prajurit TNI dan masyarakat dalam suasana hangat penuh kekeluargaan.

Bagi Letkol Arm. Raden Florensius Ferdian Ricarda, kebersamaan seperti inilah yang menjadi fondasi kuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Membangun kedekatan tidak selalu melalui kegiatan besar, tetapi juga lewat momen-momen sederhana yang menghadirkan rasa saling percaya dan saling memiliki.

Di tengah dinginnya udara dini hari, kehangatan justru terasa di Makoramil 01/Sesayap. Kebersamaan yang terjalin menjadi bukti bahwa TNI tidak hanya hadir saat masyarakat menghadapi kesulitan, tetapi juga ikut berbagi kebahagiaan dalam momen sederhana.

Peluit panjang pertandingan akhirnya berbunyi. Laga usai, tetapi cerita tentang kebersamaan itu masih tertinggal. Dari sebuah nobar sederhana di sudut Tana Tidung, tersampaikan pesan bahwa ketika pemimpin memilih hadir dan membaur bersama rakyatnya, kepercayaan akan tumbuh, dan kemanunggalan akan semakin kokoh. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses