Lewat TMMD ke-130, Kodim 0907/Tarakan Buka Akses Jalan Baru di Tanjung Batu, Target Pangkas Waktu Tempuh hingga 1,5 Jam

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Kota Tarakan menyasar pembukaan badan jalan sepanjang 2,5 kilometer di kawasan Tanjung Batu, Kelurahan Mamburungan.

Pembangunan akses jalan tersebut menjadi salah satu sasaran fisik TMMD yang dilaksanakan melalui kolaborasi TNI, Polri, Pemerintah Kota Tarakan, dan masyarakat setempat.

Komandan Kodim (Dandim) 0907/Tarakan, Letkol Inf Danan Wisnubrata, S.Sos., M.Han., mengatakan pembukaan jalan tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi yang lebih mudah dan efisien.

Menurutnya, kondisi jalan di kawasan Tanjung Batu saat ini masih buntu sehingga masyarakat harus menempuh jalur memutar untuk menuju akses wilayah lainnya.

“Jalan di Tanjung Batu ini merupakan akses yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kondisi saat ini masih terhenti atau buntu, sehingga melalui program TMMD ini kami berupaya berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Tarakan untuk membuka jalan hingga ke sekitar Gua Maria,” ujarnya.

Ia menjelaskan, badan jalan yang akan dibuka memiliki panjang sekitar 2.500 meter atau 2,5 kilometer dengan lebar delapan meter.

Pengerjaan ditargetkan berlangsung selama 30 hari. Namun, pihaknya berharap pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dari waktu yang telah direncanakan.

Danan menegaskan, pekerjaan dalam program tersebut difokuskan pada pembukaan badan jalan atau lahan, belum sampai pada tahap pengerasan menggunakan material agregat.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan melibatkan personel TNI, Polri, unsur pemerintah daerah, serta sekitar 150 orang masyarakat setempat.

Selain pembukaan jalan, pekerjaan juga mencakup pembuatan parit di sisi kiri dan kanan jalan serta pemasangan gorong-gorong untuk mendukung saluran air. Dengan demikian, konstruksi jalan diharapkan dapat memperhatikan kebutuhan drainase di kawasan tersebut.

Danan memperkirakan, apabila akses jalan tersebut nantinya dapat dibangun dan dimanfaatkan dengan baik, masyarakat berpotensi menghemat waktu perjalanan sekitar 1 hingga 1,5 jam karena tidak perlu lagi menempuh jalur memutar.

“Kalau jalan ini bisa terbangun dengan lancar dan digunakan, tentu akan memberikan manfaat bagi masyarakat. Waktu tempuh menuju akses berikutnya bisa dipangkas sekitar satu sampai satu setengah jam,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan pekerjaan. Perubahan cuaca yang tidak menentu di Kota Tarakan, terutama hujan yang dapat turun secara tiba-tiba, membutuhkan perencanaan dan antisipasi agar pekerjaan tetap berjalan sesuai target.

“Untuk kendala sementara ini cuaca. Karena cuaca di Kota Tarakan terkadang tiba-tiba hujan dan kemudian panas. Hal itu membutuhkan perencanaan yang matang agar berbagai kendala bisa diantisipasi sejak awal,” ungkapnya.

Selain sasaran pembukaan jalan, TMMD ke-130 di Tarakan juga melaksanakan sejumlah kegiatan lainnya, di antaranya rehabilitasi tempat ibadah, pembangunan MCK, penanaman pohon, serta pelepasan burung endemik Kalimantan.

Melalui program tersebut, diharapkan pembangunan akses jalan di kawasan Tanjung Batu dapat membuka konektivitas wilayah, mempermudah mobilitas masyarakat, serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga setempat.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses