PAUD Nurul Jadid Tana Tidung Tanamkan Cinta Ibadah Sejak Dini, Siti Aslamiyah, Pendidikan Al-Qur’an Harus Menyentuh Hati Anak

by Isman Toriko

TANA TIDUNG, Metrokaltara.com  — Menanamkan nilai-nilai keimanan kepada anak tidak harus menunggu mereka tumbuh besar. Justru sejak usia dini, kebiasaan baik perlu diperkenalkan melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten, dengan pendekatan yang menyenangkan dan penuh kasih sayang.

Prinsip inilah yang diterapkan di PAUD Nurul Jadid, Kabupaten Tana Tidung. Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Siti Aslamiyah, pendidikan anak tidak hanya diarahkan pada kemampuan mengenal huruf, angka, dan membaca, tetapi juga membangun karakter, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta membiasakan anak mengenal ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana pagi di PAUD Nurul Jadid menjadi bagian dari proses pembelajaran tersebut. Anak-anak mengawali kegiatan dengan mengaji menggunakan Metode Ummi, kemudian melanjutkannya dengan pembiasaan salat Duha bersama.

Bagi anak-anak, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas sekolah. Di dalamnya terdapat proses belajar mengenal agama, memahami gerakan salat, membiasakan kedisiplinan, serta menumbuhkan rasa cinta kepada Allah SWT sejak usia dini.

Mengenalkan Salat Duha dengan Cara yang Menyenangkan

Melalui pembiasaan salat Duha, anak-anak PAUD Nurul Jadid diperkenalkan pada ibadah secara bertahap. Mereka belajar mengikuti gerakan salat, mengenal bacaan-bacaan yang digunakan, serta memahami pentingnya beribadah dalam kehidupan seorang muslim.

Pendekatan ini menjadi bagian dari pendidikan karakter yang dibangun melalui praktik langsung. Anak-anak tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga diajak melakukan dan membiasakan diri.

Dalam prosesnya, pendampingan guru menjadi hal penting. Anak usia dini membutuhkan contoh, arahan, kesabaran, dan suasana belajar yang membuat mereka merasa nyaman.

Dengan pembiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan, sekolah berharap nilai-nilai agama dapat tumbuh menjadi bagian dari keseharian anak, bukan hanya sesuatu yang mereka kenal di ruang kelas.

Harapan tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan di PAUD Nurul Jadid, yakni membantu anak tumbuh menjadi generasi yang beriman, mandiri, disiplin, serta memiliki kecintaan terhadap Allah SWT.

Pendidikan agama pun tidak semata-mata tentang kemampuan menghafal bacaan atau mengikuti gerakan ibadah. Lebih dari itu, pendidikan sejak dini diharapkan menjadi fondasi bagi tumbuhnya akhlak yang baik dan kebiasaan positif hingga anak beranjak dewasa.

Metode Ummi, Ikhtiar Menghadirkan Pembelajaran Al-Qur’an Berkualitas

Komitmen PAUD Nurul Jadid dalam membangun fondasi keagamaan anak juga diwujudkan melalui pembelajaran Al-Qur’an menggunakan Metode Ummi.

Namun, upaya meningkatkan kualitas pembelajaran tidak berhenti pada kegiatan mengaji bersama anak-anak. Para guru juga terus belajar dan mengembangkan kemampuan mengajar melalui kegiatan micro teaching.

Dalam kegiatan tersebut, guru berlatih menerapkan metode pembelajaran Al-Qur’an yang mudah dipahami, menyenangkan, menyentuh hati, serta sesuai dengan tahapan kemampuan anak.

Micro teaching menjadi ruang bagi para pendidik untuk mengasah keterampilan, mengevaluasi cara mengajar, dan memperbaiki pendekatan pembelajaran agar lebih efektif.

Sebab, mengajarkan Al-Qur’an kepada anak usia dini membutuhkan pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan pembelajaran bagi anak yang lebih besar. Guru harus mampu menciptakan suasana yang menyenangkan, memberikan contoh yang tepat, serta menyesuaikan penyampaian materi dengan kemampuan masing-masing anak.

Melalui latihan dan evaluasi secara berkelanjutan, para guru diharapkan semakin terampil dalam menyampaikan materi sehingga anak-anak dapat belajar membaca Al-Qur’an secara bertahap, tanpa kehilangan kegembiraan selama proses pembelajaran.

Bagi PAUD Nurul Jadid, peningkatan kompetensi guru merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan pendidikan yang berkualitas.

Sebab, kualitas pembelajaran anak tidak hanya ditentukan oleh materi yang diberikan, tetapi juga oleh kesiapan guru, metode yang digunakan, dan kemampuan pendidik dalam membangun kedekatan dengan anak.

Siti Aslamiyah dan Pentingnya Membangun Fondasi Karakter Anak

Sebagai Kepala Sekolah PAUD Nurul Jadid, Siti Aslamiyah menempatkan pembiasaan ibadah dan peningkatan kualitas pembelajaran Al-Qur’an sebagai bagian dari ikhtiar pendidikan yang perlu terus dikembangkan.

Pembiasaan salat Duha dan kegiatan mengaji menggunakan Metode Ummi saling melengkapi. Anak-anak diperkenalkan pada Al-Qur’an melalui proses belajar membaca, sekaligus dibimbing mengenal praktik ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, para guru juga terus memperkuat kemampuan mereka melalui kegiatan micro teaching agar proses pembelajaran semakin terarah dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.

Upaya tersebut menunjukkan bahwa pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam membangun fondasi karakter. Pada tahap ini, anak mulai mengenal kebiasaan, belajar mengikuti aturan, berinteraksi dengan lingkungan, serta meniru perilaku orang-orang di sekitarnya.

Karena itu, lingkungan pendidikan yang positif menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung tumbuh kembang mereka.

Melalui kegiatan yang dilakukan secara konsisten, PAUD Nurul Jadid berupaya menghadirkan suasana belajar yang tidak hanya mendukung perkembangan pengetahuan, tetapi juga memperhatikan pembentukan karakter dan nilai-nilai spiritual.

Dari Kebiasaan Kecil Menuju Harapan Besar

Ada harapan besar di balik langkah-langkah sederhana yang dilakukan di PAUD Nurul Jadid. Dari lantunan ayat suci Al-Qur’an pada pagi hari, gerakan salat Duha yang dipelajari bersama, hingga kesungguhan guru meningkatkan kemampuan mengajar, semuanya menjadi bagian dari proses menyiapkan generasi masa depan.

Pendidikan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, fondasi yang kuat justru dibangun melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan berulang kali dengan penuh kesabaran.

Anak yang mulai terbiasa mengaji, mengenal salat, belajar disiplin, dan mengikuti arahan guru sedang menjalani proses pembentukan karakter yang akan terus berkembang seiring bertambahnya usia.

Tentu, hasilnya tidak hadir dalam satu malam. Dibutuhkan konsistensi sekolah, keteladanan guru, serta dukungan orang tua agar nilai-nilai yang diperkenalkan di lingkungan pendidikan juga tumbuh dalam kehidupan keluarga.

Melalui pembiasaan ibadah dan penguatan kompetensi pendidik, PAUD Nurul Jadid berharap dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an sekaligus membentuk anak-anak yang memiliki fondasi keimanan dan karakter yang baik.

Bagi Siti Aslamiyah dan para pendidik di PAUD Nurul Jadid, ikhtiar kecil yang dilakukan hari ini merupakan bagian dari harapan besar untuk masa depan dan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas dalam pengetahuan, tetapi juga mencintai Al-Qur’an, terbiasa beribadah, berakhlak baik, dan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri serta beriman. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses