TANJUNG SELOR, MK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara kembali menawarkan proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Sekatak sebagai solusi untuk mengatasi kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Sekatak dan Kota Tarakan. Proyek ini dipaparkan dalam Kaltara Investment Forum 2026 sebagai salah satu peluang investasi prioritas di sektor infrastruktur dasar.
Dalam pemaparannya, Dinas PUPR-Perkim menjelaskan bahwa SPAM Regional Sekatak dirancang dengan memanfaatkan potensi sumber air dari wilayah daratan Sekatak yang dinilai melimpah dan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
“Proyek SPAM Regional Sekatak dirancang untuk mengatasi defisit air baku di wilayah sekitar Kecamatan Sekatak dan Kota Tarakan,” kata Helmi Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Dan Kawasan Permukiman (PUPR-Perkim) Kaltara.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Dan Kawasan Permukiman (PUPR-Perkim) Kaltara Helmi
Proyek ini diperkirakan membutuhkan investasi sebesar Rp368,7 miliar. Anggaran tersebut mencakup pembangunan sistem utama, termasuk jaringan perpipaan sepanjang sekitar 73 kilometer yang akan mengalirkan air bersih ke wilayah pelayanan.
Dari sisi manfaat, pembangunan SPAM Regional Sekatak ditargetkan dapat melayani sekitar 3.000 rumah tangga dengan cakupan penduduk mencapai 257.379 jiwa. Kehadiran proyek ini diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih sekaligus memperbaiki kualitas hidup.
Ketersediaan sumber air juga menjadi keunggulan utama proyek ini. Berdasarkan data yang dipaparkan, potensi debit air Sungai Sekatak mencapai 33.000 liter per detik, sehingga dinilai sangat mencukupi untuk mendukung operasional sistem dalam jangka panjang.
Selain untuk kebutuhan masyarakat, proyek ini juga diharapkan mampu menunjang pengembangan kawasan perkotaan dan industri di Kalimantan Utara. Pemerintah pun optimistis, keberadaan SPAM Regional Sekatak akan menciptakan sistem distribusi air yang lebih merata dan andal.
“Proyek ini tidak hanya berorientasi pada pelayanan dasar masyarakat, tetapi juga mendukung pengembangan kawasan perkotaan dan industri di Kalimantan Utara,” pungkasnya. (Fy/red)

