RUU Sisdiknas Disorot Sebagai Kunci Jawaban Atas Krisis Sistem Pendidikan Indonesia

by Redaksi Kaltara

Jakarta, MK –  Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai sistem pendidikan nasional saat ini berada di titik krusial. Ia menyebut berbagai tantangan peningkatan kualitas manusia saat ini, menunjukkan perlunya pembenahan mendasar dalam kebijakan pendidikan.

“Pendidikan nasional kita berada di persimpangan yang kritis,” ujar Rerie sapaan akrab Lestari dalam Diskusi Denpasar 12, Rabu 6 Mei 2026.

Ia menilai sistem pendidikan Indonesia belum sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan zaman. Kurikulum yang ada dinilai belum optimal dalam mengembangkan kemampuan aplikatif peserta didik.

“Pendidikan belum tuntas diterjemahkan dalam kurikulum,” katanya.

Perubahan zaman yang cepat menuntut adanya pembaruan pendekatan dalam proses belajar mengajar. Ia menambahkan, jika model pembelajaran berbasis hafalan dinilai tidak lagi relevan dengan kebutuhan saat ini.

“Kita harus mengajarkan anak bukan sekadar menghafal,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rerie menyoroti adanya kesenjangan antara pembelajaran di sekolah dan kebutuhan dunia nyata. Banyak lulusan yang belum siap menghadapi tantangan di luar ruang kelas.

“Ada keterbatasan ketika mereka harus mengaplikasikan ilmu setelah lulus,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya integrasi antara kompetensi akademik dan karakter dalam pendidikan. Keduanya harus berjalan seiring untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Dalam konteks pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan, revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dinilai menjadi langkah penting. Pembaruan regulasi diharapkan mampu menjawab tantangan yang ada.

“UU Sisdiknas direncanakan diperbaharui dari sini kita berharap mulai adanya perbaikan pendidikan secara sistem,” katanya.

Rerie berharap momentum RUU Sisdiknas ini dimanfaatkan untuk melakukan transformasi pendidikan secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya keberanian dalam melakukan perubahan.

“Kita harus berani mengubah cara berpikir untuk memajukan generasi bangsa,” pungkasnya.

(CEU)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses