Reaksi Presiden LaLiga Usai Man City Didakwa Langgar 114 Aturan Keuangan

by Redaksi Kaltara

Madrid, MK –  Manchester City didakwa bersalah atas 114 pelanggaran aturan keuangan. Bos LaLiga, Javier Tebas, yang sudah lama vokal soal masalah ini, angkat suara.

Laporan Athletic pada Jumat (25/9) lalu menyebut panel independen mendakwa City bersalah atas 114 pelanggaran aturan keuangan, dari total 115 yang dituduhkan. Tuduhan itu pertama kali dilayangkan pada 2023.

Setelah menjalani persidangan pada September 2024, City kini didakwa bersalah. Meski begitu, belum ada sanksi final untuk The Citizens, yang juga sudah membuat pernyataan bantahan bahwa mereka siap diproses sebab merasa tak bersalah.

Tebas, yang sangat vokal pada masalah City sejak lama, akhirnya turut berkomentar. Ia menegaskan pendiriannya selama ini benar, dan menilai kasus ini menjadi contoh bagaimana tata kelola keuangan klub harus berjalan sesuai aturan.

“Keberlanjutan ekonomi bukanlah birokrasi. Pengendalian keuangan bukanlah sekadar keinginan sesaat. Dan berpendapat bahwa klub-klub pada dasarnya harus bersaing dengan sumber daya yang mampu mereka hasilkan juga bukan berarti menentang klub tertentu. Ini soal mempertahankan sebuah model,” tulis Javier Tebas di akun X-nya.

“Sebuah model di mana kesuksesan olahraga tidak bergantung pada siapa yang memiliki dukungan finansial paling kuat di belakangnya, melainkan pada siapa yang mengelola dengan lebih baik, menghasilkan lebih banyak sumber daya, membangun tim yang lebih baik, dan mematuhi aturan yang sama seperti yang lain.”

“Mempertahankan posisi ini telah membuat saya menerima banyak kritik dan tidak sedikit masalah. Namun, saya tetap berpikiran sama persis seperti yang saya sampaikan di Manchester pada tahun 2017. Ada prinsip-prinsip yang layak diperjuangkan, meskipun harus dibayar dengan harga tertentu. Dan prinsip ini, bagi saya, adalah salah satunya.”

“Kini, hampir sembilan tahun setelah pernyataan tersebut di Soccerex, sebuah komisi independen Liga Premier telah memutuskan bahwa 114 dari 115 pelanggaran keuangan yang dituduhkan kepada Manchester City terbukti, menurut laporan yang dipublikasikan.”

“Masih ada jalan panjang yang harus ditempuh. Sanksi yang akan dijatuhkan masih belum diketahui, dan prosesnya belum selesai. Namun, apa yang terjadi sekali lagi menunjukkan mengapa pengendalian ekonomi, transparansi, dan aturan yang setara bagi semua pihak sangat penting untuk melindungi integritas dan keberlanjutan sepakbola. Kami akan terus memperjuangkan prinsip-prinsip tersebut. Sama seperti pada tahun 2017,” tutup Tebas.

Pelanggaran yang dilakukan City diduga terjadi pada 2009 hingga 2023, yang meliputi melanggar aturan laporan keuangan, pembayaran pemain dan manajer, aturan profitabilitas dan keberlanjutan klub, regulasi UEFA, dan kewajiban klub untuk bekerja sama dalam proses investigasi. Jika bersalah, maka hukuman berat bisa ditelan City.

Mulai dari pengurangan poin, denda, degradasi, hingga dicabut gelarnya.

(yna/adp)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses